Petani miskin yang puso akibat banjir di Jateng bakal dapat asuransi

Risbiani Fardaniah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan pemberian asuransi tanpa premi untuk 154 hektare lahan milik petani yang mengalami gagal panen atau puso akibat bencana alam banjir yang melanda sejumlah daerah.


"Untuk lahan yang puso kita siapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Asuransi tanpa premi tersebut diberikan langsung ke petani senilai Rp6 juta per hektare," kata kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Suryo Banendro di Semarang, Rabu.


Dalam kurun waktu Desember 2019-Januari 2020, total keseluruhan lahan yang terendam air akibat cuaca ekstrem mencapai 5.722 hektare, tersebar di 12 kabupaten di Jawa Tengah dan 154 hektare di antaranya mengalami puso.


Menurut dia, AUTP tersebut diperuntukkan untuk lahan puso sebab lahan yang mengalami gagal panen tidak lagi diharapkan untuk tumbuh kembali.


"Beda kalau banjir, masih bisa hidup atau tergenang tapi tidak keseluruhan ada batang yang muncul lebih tinggi dari air. Itu kemungkinan masih bisa tumbuh. Nah, asuransi ini untuk puso dan khusus untuk petani miskin," ujarnya.


Ia menjelaskan AUTP tersebut diberikan kepada petani yang sudah terdaftar melalui kelompok-kelompok tani resmi yang terdaftar di Kementerian Pertanian.


"Nanti, laporannya bisa lewat kelompok tani masing-masing. Kita akan cek, apa benar puso atau tidak. Klaim asuransi paling lama tiga bulan sudah cair, itu sudah cepat," katanya.


Selain AUTP, Distanbun Jawa Tengah juga menyediakan pinjaman alat gratis untuk tanam seperti traktor, alat tanam mesin, dan mesin pompa.


"Puso yang mau tanam kita sediakan pinjaman alat gratis, untuk benih lewat kabupaten karena penganggaran ada di kabupaten. Ini untuk percepatan tanam lagi," ujarnya.

Baca juga: 399 hektare lahan padi Gunung Kidul terancam puso, bulir gabah kosong

Baca juga: Legislator minta pemerintah antisipasi gagal panen akibat kekeringan