Petani Purwakarta diimbau tak tebang pohon manggis tua, ini alasannya

Risbiani Fardaniah

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengimbau agar para petani tidak menebang pohon manggis yang sudah tua karena harus dilestarikan.

"Pohon manggis yang usianya tua itu masih produktif. Bahkan sudah jadi varietas yang tersertifikasi oleh Kementerian Pertanian," katanya, di Purwakarta, Jawa Barat, Senin.

Ia mengatakan pohon manggis di Purwakarta ini masuk dalam varietas Wanayasa dan sudah terdaftar secara resmi di Kementerian Pertanian.

Karena itu, lanjut dia, keberadaan pohon manggis tua itu harus dilestarikan, antara lain dengan cara tidak menebang pohon manggis yang sudah berusia tua.

Bupati mengatakan untuk meningkatkan produktivitas dari pohon yang sudah tua itu, perlu perlakuan khusus, seperti perbaikan pemupukan agar tanah di lahan perkebunan itu kembali subur.

Saat ini di Purwakarta ada 154.000 pohon manggis yang tersebar di empat kecamatan dengan luas sekitar 1.500 hektare, di antaranya di Kecamatan Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, dan Darangdan.

Kebanyakan pohon manggis itu berusia cukup tua dan setiap panen raya manggis asal Purwakarta ini tak hanya dikonsumsi di pasar dalam negeri, namun juga diekspor ke pasar internasional.

Rata-rata produksi buah manggis saat panen raya sekitar 47 ton per hektare.

Baca juga: Manggis untuk kesehatan jantung hingga cegah kanker

Baca juga: Sumbar ekspor 58,9 ton manggis pada awal Oktober 2019