Petani Semringah Produksi Tanaman Hortikultura Naik 49 Persen, Ini Rahasianya

Merdeka.com - Merdeka.com - Produktivitas komoditas sawi putih di lahan Kelompok Tani Mitra Tani Parahyangan Cianjur Jawa Barat tercatat meningkat 49 persen setelah ditanam menggunakan pemupukan NPK Pelangi JOS melalui Program Demonstrasi Plot (Demplot) yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

VP Marketing Business Partner Korporasi PKT, Indah Febrianty mengatakan, produktivitas sawi putih dari demplot tersebut naik 49 persen, dengan hasil rata-rata 45,25 kilogram per dua bedeng atau naik 14,75 kg dibanding hasil dari petani.

Bedengan adalah area tanam yang sudah diolah disesuaikan dengan tanaman yang akan ditanam. Tanah yang sudah diolah ditata alur, bentuk, dan ketinggiannya, membentuk gundukan panjang.

"Selain tanaman pangan, formula NPK Pelangi JOS juga sudah disesuaikan untuk hortikultura agar bisa mencapai produktivitas hasil yang maksimal. Hal ini bisa dilihat dari panen sawi putih pada demplot kali ini," kata Indah dikutip dari Antara, Senin (11/7).

Indah mengatakan, NPK Pelangi JOS merupakan produk inovasi pertama di Indonesia yang memadukan fungsi pupuk NPK dan pupuk hayati dalam satu produk. Salah satu keunggulannya, NPK Pelangi JOS mampu menjadikan tanah makin kaya akan nutrisi tanpa harus kehilangan daya dukung lahan, sehingga petani lebih efisien dalam pemakaian.

"NPK Pelangi JOS merupakan pupuk majemuk makro yang mampu memberi hasil terbaik bagi komoditas pertanian, karena terdiri dari pupuk hayati dan pupuk kimia dengan kandungan N, P dan K serta mikroba Bacillus sp," terang Indah.

Keunggulan NPK Pelangi JOS

Keunggulan NPK Pelangi JOS, lanjut dia, juga sudah dibuktikan pada berbagai komoditas di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur untuk komoditas padi dengan kenaikan hasil 36 persen, atau rata-rata 8,7 ton per hektare (ha) dari sebelumnya 6,4 ton per ha.

Kemudian produktivitas kentang di Bolaang Mongondow Sulawesi Utara, naik menjadi 13 ton per ha dari sebelumnya 10,5 ton per ha, serta bawang merah di Kendal Jawa Tengah yang mengalami peningkatan 14 persen sebesar 13,1 ton per ha dengan hanya menggunakan dosis 70 persen dari seharusnya.

"Melihat keberhasilan tersebut, PKT mendorong petani untuk tidak ragu menggunakan NPK Pelangi JOS, agar lahan pertanian makin produktif dan terjaga kelestariannya," kata Indah.

Salah seorang anggota Kelompok Tani Mitra Tani Parahyangan Fajar mengakui NPK Pelangi JOS sangat cocok untuk tanaman hortikultura, sehingga mampu mendongkrak produktivitas sawi putih secara signifikan. Tak hanya dari peningkatan hasil panen, tapi kualitas sawi yang dihasilkan jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Menurut Fajar, sawi putih hasil demplot kali ini lebih tahan terhadap penyakit jika dibanding perlakuan petani yang biasa dilakukan sebelumnya menyebabkan banyak terserang bercak daun. Menurutnya, hal ini menguntungkan petani, karena kualitas tanaman merupakan poin utama dalam penjualan. Sawi putih hasil Kelompok Tani Mitra Tani Parahyangan dipasok ke sejumlah restoran untuk dijadikan bahan baku kimchi.

"Karena itu kualitas harus baik, sebab sawi putih yang terkena bercak daun sangat berpengaruh terhadap penjualan," kata Fajar.

Fajar mengaku tidak ragu menggunakan NPK Pelangi JOS dengan melihat bukti peningkatan produksi dan kualitas tanaman hasil demplot. Selain memiliki daun yang lebih tebal, masa panen juga lebih cepat dibanding sebelumnya, sehingga makin menguntungkan petani dari segi biaya dan waktu.

"Ada perbedaan selisih 4-5 hari masa panen dan itu sangat menguntungkan. Saya sangat rekomendasikan NPK Pelangi JOS kepada petani, karena hasilnya sudah terbukti dan kualitas sawi juga jauh lebih bagus," kata Fajar. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel