Petani Ukraina Pakai Rompi Antipeluru untuk Bajak Ladang

Merdeka.com - Merdeka.com - Petani Ukraina di wilayah selatan Zaporizhzhia yang berbatasan langsung dengan garis depan pertempuran dengan Rusia kini memakai rompi antipeluru ketika beraktivitas membajak ladang.

Sepekan setelah perang dimulai, roket-roket mulai menghujani daerah dekat ladang tempat Yuri bertani.

Yuri kini mengendarai traktor memakai rompi antipeluru dan helm yang diberikan majikannya. Rompi dan helm itu, kata dia, dipakai majikannya ketika dia masih bertugas sebagai tentara. Petani lain di daerah itu juga kini melakukan hal sama dengan Yuri.

Meski pertempuran di daerah itu terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, Yuri, 41 tahun, dan rekannya Oleksii, tetap membajak ladang di musim semi ini.

"Kami pergi, melewati pos pemeriksaan, bekerja, minum teh dan kopi, pakai rompi terus kerja. Kami mengisi bensin dan pergi ke ladang. Kalau ada pertempuran, kami berkemas dan pergi ke kantor," ujar Yuri, seperti dilansir laman Reuters, Rabu (27/4).

Oleksii, 43 tahun, menyebut serangan roket Rusia "mengerikan" tapi masih bisa diatasi karena seringnya terjadi pada malam hari. Setelah serangan biasa orang memeriksa ladang dan jika perlu, memanggil orang ahli untuk menyingkirkan roket dan serpihannya.

Ukraina adalah negara eksportir gandum terbesar kelima dunia dan terbesar ketiga jagung, jelai, dan benih bunga matahari. Kurangnya pasokan gandum dari Ukraina di pasar dunia karena perang membuat harga pangan melonjak di seluruh dunia.

Pekan lalu Kementerian Pertanian Ukraina mengatakan petani sudah menyemai benih di lahan 2,5 juta hektar tahun ini, persentase penanaman benih ini bisa turun 20 persen karena invasi Rusia. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel