Petarung Brandon Vera jadi kapten perahu naga The Apprentice

Jafar M Sidik
·Bacaan 2 menit

Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon "The Truth" Vera bergabung dengan Juara Dunia Karate "Super" Sage Northcutt untuk memimpin peserta yang tersisa melalui tugas fisik dalam "The Apprentice: ONE Championship Edition".

Petarung asal Filipina yang dikenal garang di atas Circle itu tidak memimpin peserta tersisa untuk latihan mix martial arts (MMA), namun kali ini mengajak beradu kecepatan dengan menggunakan perahu naga di Sungai Kallang, Singapura.

Brandon Vera, berdasarkan keterangan resmi dari ONE Championship selaku penyelenggara, Selasa, menjadi kapten tergabung dengan Tim Tim Valor, dengan Louie, Irina, Monica, dan Eugene sebagai pedayungnya. Sedangkan Northcutt menjadi kapten Tim Conquest, dengan Clinton, Niraj, Jessica, dan Nazee yang mendayung.

"Lomba Perahu Naga menguji kekuatan fisik, ketahanan mental, dan kerjasama tim para kandidat. Tak perlu dikatakan, tantangan itu mendorong semua orang menuju batasnya," kata Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong.

Dalam tantangan fisik ini Tim Conquest menyapu bersih dua kemenangan di balik usaha tim yang kuat. Di sisi lain, Eugene mengecewakan Tim Valor dengan berhenti beberapa kali istirahat karena cuaca panas.

Baca juga: Juara dunia karate Northcutt jadi bintang tamu The Apprentice

Setelah menyelesaikan tantangan fisik, peserta "The Apprentice: ONE Championship Edition" dihadapkan kepada tantangan bisnis menciptakan konsep produk hibrid yaitu menggabungkan dua merek ritel, The Shirt Bar dan Bengawan Solo, dan meluncurkan produk kolaboratif. Sebelum tantangan dimulai, Paulina dipindahkan ke Tim Valor.

Dengan pengalamannya yang mendalam dalam bidang ritel, Monica dari Tim Valor maju sebagai Manajer Proyek. Tim ini datang dengan "Esensi," sebaris lilin beraroma yang menampilkan lima rasa khas Bengawan Solo, yang dikombinasikan dengan pengalaman pelanggan yang mendetail dari The Shirt Bar.

Setelah beberapa kali terjadi gejolak antara Nazee dan Jessica, Tim Conquest akhirnya menetapkan Joy sebagai Manajer Proyek. Tim tersebut menciptakan "The Heritage Collection," lini produk hibrida yang terdiri dari buku meja, aplikasi ponsel, dan pakaian dapur.

Bergabung dengan Chatri dan Niharika dalam fase pitching adalah juri tamu khusus Ankiti Bose, CEO Zilingo dan pengusaha wanita paling sukses di India, yang pada usia 23 tahun membangun perusahaan e-commerce global bernilai miliaran dolar.

Hasil dari tantangan akhirnya dibahas oleh tim yang dipimpin Chatri. Satu orang peserta yaitu Joy terpaksa meninggalkan arena yang pada partai puncak akan menerima tawaran pekerjaan sebesar 250 ribu dolar AS untuk bekerja langsung di bawah Chairman dan CEO Chatri Sityodtong selama satu tahun sebagai anak didiknya di Singapura.

Baca juga: Mantan petarung UFC Demetrious gagal cetak sejarah di ONE Championship