Peter Gontha Bongkar Iuran Gaib Bulanan Pilot Garuda Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Mantan Anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia, Peter Gontha, membongkar adanya iuran gaib yang harus dibayar oleh seluruh pilot Garuda Indonesia setiap bulannya.

Informasi itu diutarakannya melalui akun Instagram @petergontha. Liputan6.com telah memperoleh izin dari yang bersangkutan untuk mengutip isi postingan tersebut.

"Tahukah anda Logo ini? Setiap Awak Cockpit Garuda harus membayar iuran mulai dari Rp 200 ribu per bulan sampai Rp 500 ribu per bulan," tulis Peter Gontha, dikutip Jumat (29/10/2021).

Menurut dia, pungutan misterius tersebut sudah terjadi sejak berpuluh-puluh tahun. Namun, Peter mempertanyakan, ke mana dan untuk apa iuran bulanan ini diarahkan.

"Sudah selama berpuluh tahun, Hitung saja kalau pilot Garuda ada 1000-1500 orang. Berapa jumlahnya? Kemana uangnya? Sebaiknya di Audit," serunya.

Namun pada postingan lain, Peter juga sempat menyinggung Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) sebagai salah satu kendala dalam merestrukturisasi perusahaan penerbangan nasional.

"Saya tanggung jawa tuduhan saya ini sepenuhnya. Mereka sama sekali tidak mau menurunkan hak mereka selama Pandemi, dan semoga mereka menyadarinya. Sekarang mereka pun akan menanggung akibatnya," tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Peter Gontha Pertanyakan Sewa Pesawat Garuda Indonesia, 2 Kali Lipat Harga Normal

Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Provinsi Aceh pada 13 Juli 2021. (CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)
Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Provinsi Aceh pada 13 Juli 2021. (CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)

Mantan Anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia, Peter Gontha, mempertanyakan langkah Garuda Indonesia yang mengeluarkan uang di luar batas untuk menyewa pesawat.

Peter meminta pertanggungjawaban dari Garuda Indonesia soal harga sewa pesawat Boeing 777 yang lebih besar dua kali lipat dari harga pasaran.

Pernyataan Itu dikeluarkannya melalui akun Instagram @petergontha. Atas izin yang bersangkutan, Liputan6.com dipersilakan untuk mencatut informasi tersebut.

"Ini Boeing 777, harga sewa di pasar rata-rata USD 750.000 per bulan. Garuda mulai dari hari pertama bayar dua kali lipat? USD 1,4 juta per bulan. Uangnya kemana sih waktu diteken? Pingin tahu aja," tulis Peter Gontha, dikutip Jumat (29/10/2021).

Postingan tersebut turut ditanggapi mantan Komisaris Garuda Indonesia lainnya, Triawan Munaf yang menampilkan sebuah emoji.

Peter lantas meminta izin kepada beliau untuk membongkar sisi internal Garuda Indonesia di depan publik.

"Pagi Pak @triawanmunaf, Garuda mau dibangkrutkan, jadi enggak apa buka-bukaan aja kan! Saya ngarang ya pak? sebut Peter.

Triawan pun mempersilakan Peter untuk berbicara. Menurutnya, Peter lebih mengerti soal permasalahan tersebut.

"Pak Peter yang dulu mengalami, Pak Peter yang paling pantas bersaksi," ujar Triawan.

Sebagai informasi, Garuda Indonesia total tercatat memiliki 142 unit pesawat, dimana 136 unit diantaranya berstatus sebagai sewaan.

Adapun pesawat yang jadi perbincangan antara Peter dan Triawan berjenis Boeing 777-300, yang jumlahnya ada sebanyak 10 unit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel