Peternak Sidoarjo jaga asupan nutrisi ternak antisipasi PMK

Peternak di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur menjaga asupan nutrisi yang dikonsumsi oleh ternak mereka dalam rangka mengantisipasi merebaknya penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi akhir-akhir ini.

Salah satu peternak sapi di wilayah Taman Sidoarjo, Afandi, Selasa mengatakan, nutrisi yang diberikan kepada sapi ternak di antaranya adalah rumput, dedak yang terus diberikan kepada ternak.

"Nutrisi tersebut terus dijaga, jangan sampai membuat sapi-sapi menjadi kelaparan," katanya.

Ia mengatakan, selain memberikan nutrisi pihaknya juga memberikan air minum kepada sapi supaya tidak sampai sapi-sapi tersebut mengalami dehidrasi.

"Alhamdulillah sampai dengan saat ini sebanyak 18 ekor sapi kami sehat," katanya.

Baca juga: Mentan percepat distribusi vaksin PMK dari Prancis sebelum Idul Adha

Baca juga: Wabah PMK infeksi 15 ekor sapi di Pulau Weh Sabang Aceh

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mulai melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak secara nasional dimulai dari Kabupaten Sidoarjo.

"Melalui vaksinasi ini kita harapkan dapat membantu mencegah perluasan penyakit, terutama di sentra peternakan sapi perah dan wilayah sumber bibit ternak," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah.

Vaksinasi massal secara nasional dilakukan di peternakan sapi perah Dusun Tanjunganom, Desa Tanjungsari, Taman Sidoarjo. Lokasi kedua dilakukan di Kelompok Ternak Pertapaan Jaya, Dusun Banjar Anyar, Pertapaan Maduretno, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Baca juga: Vaksinasi PMK secara nasional dimulai dari Jawa Timur

Baca juga: Jangkiti 899 ternak, wabah kuku mulut di Cirebon semakin meluas

Nasrullah mengatakan tahap pertama pemerintah akan mengadakan vaksin sebanyak 800 ribu dosis dan direncanakan tahap berikutnya sebanyak 2,2 juta dosis.

Pada tanggal 12 Juni 2022 lalu telah tiba sebagian vaksin tahap pertama sebanyak 10.000 dosis.

Vaksin tersebut akan didistribusikan ke Koperasi Unit Desa (KUD) sapi perah di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat serta empat Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pembibitan yaitu Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturaden, Balai Embrio Transfer Cipelang, Balai Inseminasi Buatan Lembang, dan Balai Inseminasi Buatan Singosari.

Baca juga: Kasus PMK hewan ternak di Sumsel mulai bisa dikendalikan

Baca juga: Wabup Garut sebut wabah PMK pada ternak mulai teratasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel