Petinggi PKS Ziarah ke Jannatul Ma'la Mekkah

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipimpin Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Aljufri melakukan ziarah ke makam Jannatul Ma'la di utara Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.

Dia mendoakan para alim ulama yang dimakamkan di Jannatul Ma'la. Selain Salim Segaf, rombongan PKS terdiri atas Presiden Ahmad Syaikhu, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, dan Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwiani.

Selain makam sejumlah ulama, Salim juga sempat berdoa di pusara Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah. Pun, beberapa ulama asal Indonesia yang dimakamkan di Jannatul Ma'la seperti Imam Nawawi Al-Bantani, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, serta Maemon Zubair juga turut didoakan.

Di setiap pusara, Salim memberikan pesan keteladanan dari para kekasih Allah SWT tersebut. Dia mencontohkan seperti Imam Nawawi Al-Bantani yang sangat mashur dan dihormati kontribusi keilmuannya bagi dunia Islam.

"Mengarang banyak sekali kitab rujukan khususnya bagi kalangan pesantren di Asia Tenggara. Kepada beliau kita belajar betapa kuat kesungguhan dalam mendalami ilmu agama hingga mendapatkan tempat mulia di kota suci Mekkah Al-Mukarramah dan dunia Islam," katanya dalam keterangannya dikutip pada Rabu (20/4).

Dia mengatakan, masih ada beberapa ulama asal Indonesia yang juga dimakamkan di Jannatul Ma'la. Dia menyebut antara lain Syaikh Ahmad Khatib Sambas, Syaikh Junaid Betawi, Syaikh Ahmad Khatib Minangkabawi, Syaikh Abdul Hamid Kudus, Syaikh Mahfuzh Tremas, Syaikh Nawawi Al-Bantani, Syaikh Abdul Qadir Mandailing, Syaikh Yasin Padang.

"Syaikh Nawawi Al-Bantani, Syaikh Junaid Betawi, dan Syaikh Ahmad Khatib Minangkabawi adalah 3 orang Indonesia yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram. Masya Allah," ujarnya.

Salim dan elite PKS juga berdoa di makam Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani. Dia menyampaikan Sayyid Muhammad sebagai guru para ulama nusantara dan dunia.

Dia menyebut jasa besar Sayyid Muhammad yang selalu dikenang antara lain menyediakan kuota santri dan ulama dari Indonesia untuk menerima pengajaran langsung dari almarhum. Pengajaran itu berlangsung selama beberapa tahun dan tanpa dipungut biaya.

"Dan sekembalinya ke tanah air mereka menyebarkan serta mengokohkan aqidah ahlussunnah wal jamaah," tuturnya.

Kemudian, Salim juga ziarah ke makam Maimun Zubair atau Mbah Moen, tokoh ulama kharismatik dari Pesantren Al Anwar Rembang. Bagi dia, sosok Mbah Moen dikenal sebagai ulama yang faqih sekaligus tawadhu dan teduh dalam dakwah sehingga begitu dihormati umat Islam Tanah Air.

"Semoga kita semua mendapatkan keberkahan ilmu dan cinta mereka, serta kelak dikumpulkan bersama mereka, bersama kekasih mereka Rasulullah SAW yang sangat kita cintai," tutup Salim. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel