Petisi tuntut jaringan JTBC diluncurkan terkait penyiaran "Snowdrop"

·Bacaan 2 menit

Setelah aneka petisi diluncurkan terkait penyiaran serial Korea Selatan "Snowdrop", kini sebuah petisi baru diluncurkan dengan menyerukan penutupan jaringan TV Korea Selatan JTBC, penyiar K-drama Snowdrop.

Setelah pemutaran perdana "Snowdrop", sebuah petisi awal yang menyerukan pembatalannya diunggah ke situs web Blue House (kantor eksekutif dan kediaman resmi kepala negara Korea Selatan) pada malam 19 Desember.

Baca juga: Luruskan miskonsepsi, JTBC tayangkan tiga episode "Snowdrop" pekan ini

Petisi tersebut telah mencapai lebih dari 300.000 tanda tangan , pada saat penulisan. Sejak itu, petisi kedua telah diluncurkan di situs web Blue House pada 23 Desember. Kali ini, pengguna menyerukan penutupan JTBC itu sendiri melalui siaran "Snowdrop", mengklaim bahwa jaringan tersebut belum "ditangani dengan benar" atau berurusan dengan dugaan distorsi sejarah.

Petisi baru tersebut telah mengumpulkan hampir 30.000 tanda tangan dalam waktu kurang dari sehari. Awal pekan ini, beberapa perusahaan menarik sponsor mereka untuk "Snowdrop" setelah mendapat reaksi keras dari penonton.

Sementara itu, JTBC menggambarkan reaksi balik atas "distorsi sejarah" acara tersebut sebagai "kesalahpahaman" yang akan dibahas di episode mendatang, katanya dalam sebuah pernyataan resmi dikutip Senin.

“[Masalahnya] akan diselesaikan melalui kemajuan plot drama,” tambahnya. Di bagian lain dalam pernyataan itu, jaringan televisi juga mencatat bahwa, meskipun Snowdrop berlatar pada masa "rezim militer", alur ceritanya dan karakter seputar "partai yang berkuasa yang berkolusi dengan pemerintah Korea Utara" adalah "cerita fiksi".

Pada tanggal 18 dan 19 Desember, JTBC menayangkan dua episode pertama dari drama musim dingin yang ditunggu-tunggu "Snowdrop", yang telah terlibat dalam kontroversi atas dugaan distorsi sejarah bahkan sebelum ditayangkan.

Serial K-drama "Snowdrop" yang dibintangi oleh Jung Hae-in dan Jisoo BLACKPINK berlatar pada peristiwa tahun 1987, tahun yang sangat penting bagi gerakan pro-demokrasi Korea Selatan.


Baca juga: JTBC angkat suara soal kontroversi distorsi sejarah dalam "Snowdrop"

Baca juga: Jung Hae In dan Kim Hye Yoon bergabung dengan Jisoo di "Snowdrop"

Baca juga: Drama "Snowdrop" tayang mulai 18 Desember

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel