Petronas Temukan Cadangan Minyak Baru di Blok North Madura II

Fikri Halim
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kabar baru datang dari kegiatan eksplorasi migas di Indonesia. Petronas Carigali North Madura II Ltd. telah menemukan cadangan minyak baru di sumur eksplorasi Hidayah-1 di Blok North Madura II.

Kegiatan pengeboran ini mulai dilakukan sejak 7 Januari 2021 dan kini telah berhasil menemukan cadangan minyak. Pada kegiatan pengeboran ini, kedalaman keseluruhan sumur Hidayah-1 berada pada 2.739 meter.

Dari proses eksplorasi ini, berhasil ditemukan hidrokarbon berupa minyak dengan laju alir awal 2.100 barel minyak per hari (bopd).

“Saat ini kami masih melakukan analisa akhir untuk menentukan jumlah sumber daya, tetapi ini adalah temuan yang sangat menggembirakan setelah sebagian besar temuan kami berupa gas,” kata Deputi Perencanaan SKK Migas, Jaffee A. Suardin dalam keterangan resminya, Rabu 24 Februari 2021.

Pengeboran sumur Hidayah-1 merupakan salah satu dari kegiatan komitmen pasti di Wilayah Kerja (WK) North Madura II. Target kegiatan adalah menyentuh Formasi Ngimbang Carbonate, dengan besaran sumber daya inplace sebesar 158 juta barel minyak (MMBO).

Cadangan minyak itu diketahui setelah kegiatan pemboran berjalan 57 hari. SKK Migas dan Petronas Carigali North Madura II Ltd. melakukan 1 interval drill steam test (DST) berupaya untuk mengetahui laju alir serta data reservoir pada Formasi Ngimbang tersebut.

Jaffee menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat pada kegiatan penemuan potensi hidrokarbon di wilayah kerja tersebut. “Selamat atas kerja keras seluruh tim di SKK Migas dan Petronas Carigali North Madura II Ltd. yang terlibat pada pengeboran sumur eksplorasi Hidayah-1. Keberhasilan ini tidak saja menggembirakan, juga akan memotivasi insan hulu migas untuk lebih bersemangat menemukan potensi migas di berbagai wilayah kerja di Indonesia”, kata Jaffee.

Penemuan ini, tambahnya, akan menjadi pondasi bagi upaya penemuan lainnya sebagai upaya bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Khususnya untuk bersama-sama mewujudkan visi produksi 1 juta barel minyak dan 12 BSCFD gas di tahun 2030.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak sehingga program pengeboran sumur ekplorasi dapat dilaksanakan dengan baik. Penemuan ini tentunya ke depannya akan memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat setelah potensi minyak tersebut dapat diproduksi,” lanjut Jaffee.

Dia melanjutkan, penemuan ini menjadi salah satu wujud komitmen SKK Migas dan KKKS dalam melakukan program 2021 yang masif dan agresif melebihi apa yang telah dilakukan di 2020. “Capaian yang menggembirakan di awal tahun 2021, tidak lepas dari koordinasi yang dilakukan sejak September 2020 melalui forum CEO, International Oil and Gas Convention di awal Desember 2020, dan kegiatan pada malam pergantian tahun 2021 dengan dilakukannya tajak sumur perdana 2021”, kata Jaffee.

Baca juga: Kemendag Fokus Kembangkan Ekspor ke Afrika dan Amerika Selatan