Petrucci: Dua Pembalap dalam Satu Tim Tak Pernah Bisa Jadi Sahabat

Matteo Nugnes
·Bacaan 1 menit

Hubungan antara Petrucci dan Dovizioso terlihat sangat tulus karena keduanya sering berbagi dan saling mendorong untuk mencapai bentuk terbaik.

Sejak dipromosikan ke tim pabrikan Ducati, Petrucci mendapat bantuan besar dari Dovizioso untuk menjadi pembalap besar.

Namun, persaingan untuk menjadi yang terbaik tak membuat hubungan keduanya benar-benar indah seperti yang terlihat.

Keretakan pertama terlihat di Mugello tahun lalu, ketika Petrucci meraih kemenangan dengan memanfaatkan kemelut antara Dovizioso dan Marc Marquez. Tetapi, serangan Petrucci membuat Dovizioso harus finis di urutan ketiga.

Api kembali menyala ketika Petrucci memenangi pertarungan dengan Dovizioso di Sirkuit Le Mans. Tensi semakin meninggi di Q2 GP Aragon saat Petrux memanfaatkan slipstream dari Dovizioso untuk masuk ke Q1.

Dovizioso merasa sangat kecewa dengan hal tersebut dan mengatakan Petrucci tak cerdas. Sejak saat itu, hubungan keduanya berubah drastis, seperti yang diungkapkan rider Negeri Piza itu dalam sebuah wawancara dengan Speedweek.

“Hubungan dengan Andrea berubah setelah GP Aragon. Itu adalah momen sulit karena Dovi sedang berjuang memperebutkan gelar juara dunia,” kata Petrucci. “Saya datang dari momen bagus setelah kemenangan di Le Mans, dan saya akan melakukan segalanya untuk mendapatkan hasil bagus lainnya.

“Sayangnya, dalam dua tahun bersama di Ducati, jelas kami bersahabat, tapi tidak di trek. Sekarang, saya menyadari akan sulit bagi dua pembalap dalam satu tim tetap menjadi sahabat. Terutama ketika mereka memiliki tujuan yang sama.”

Andrea Dovizioso, Ducati Team Danilo Petrucci, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team Danilo Petrucci, Ducati Team<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Andrea Dovizioso, Ducati Team Danilo Petrucci, Ducati TeamGold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images