Petuah Ernest Prakasa Supaya Konten Kamu Viral di Media Sosial

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sutradara dan Komika Ernest Prakasa mengaku tidak mudah untuk membuat suatu konten menjadi viral di media sosial. "Ada prosesnya, enggak tiba-tiba jadi viral," kata dia, Kamis, 12 November 2020.

Misalnya saja pembuat konten itu hanya memiliki 50 follower di Instagram. Tapi kemudian karena kontennya menarik maka ada 10 follower yang membagikan kontennya, dan yang melihatnya per satu akun bisa mencapai 100, maka ada 1.000 akun yang akan melihat konten tersebut.

Baca: Ernest Prakasa Hingga Joko Anwar Perebutkan Piala Citra FFI 2020

"Jadi seperti piramida, makin lama makin banyak. Enggak harus punya follower banyak kalau mau viral. Buat dong konten yang bagus. Di awal emang hanya lingkungan kita aja tapi lama-lama kalau semakin bagus. Jadi banyak yang share," ungkapnya.

Selain membuat konten yang berkualitas, para pembuat konten film yang masih pemula harus rajin mengikuti festival film maker, menurut Ernest. Dengan begitu mereka bisa menjalin hubungan dengan para pelaku industri.

"Usahakan bisa jalin networking dengan pelaku industri, supaya suatu hari nanti mereka bisa bantu share kalau menurut mereka karya itu sudah oke," jelas sutradara Imperfect dan Cek Toko Sebelah itu.

Hal ini diungkapkan Ernest dalam rangkaian kegiatan Cerita Sinema Workshop persembahan Samsung Galaxy Movie Studio 2020 (GMS 2020) dalam kolaborasinya bersama Festival Film Indonesia (FFI).

Bicara soal film, yang terlintas di pikiran mungkin hanya sekadar audio-visual bergerak yang memiliki cerita dan makna tertentu. Padahal, ada begitu banyak hal penting dan utama yang menopang berjalannya sebuah film hingga bisa dinikmati secara nyata.

Salah satunya adalah promosi. Soal promosi dalam film, menurut Ernest, memiliki kiat jitu tersendiri. Ayah Snow dan Sky ini juga menyarankan agar tiap pelaku film bisa mengutamakan kerja sama.

“Kamu mau sepinter apapun, kalau susah diajak kerja sama ya sama aja bohong. Atitude juga penting. Biasanya orang yang merasa diri cerdas susah menerima saran atau kritik,” kata Ernest Prakasa.