Petualangan Diego Forlan: Dari Spanyol, MU, hingga Mendarat di Hong Kong Eks Lawan Persipura

Bola.com, Jakarta - Pinjam sana, pinjam sini. Itulah yang dipilih Manchester United di jendela bursa transfer Januari 2023.

Tak percaya? Ini buktinya. Setan Merah dikabarkan enggan memboyong Joao Felix dari Atletico Madrid dengan status kontrak permanen.

Dilansir Goal, The Red Devils siap membawa bintang asal Portugal itu ke Old Trafford hanya sebagai pemain pinjaman. Untuk memuluskan rencananya, MU sudah menyiapkan dana £3,5 juta.

Selain Joao Felix, Erik ten Hag, pelatih MU, juga berminat merental Jack Butland dari Crystal Palace. Kabarnya, dalam waktu dekat, kiper berusia 29 tahun itu akan menandatangani kontrak jangka pendek di MU.

Butland diplot untuk menjadi pengganti David de Gea seperti dua kiper lainnya yakni Tom Heaton dan Nathan Bishop.

De Gea, 32 tahun, sejauh ini belum menerima perpanjangan kontrak. Karena kontraknya akan berakhir medio tahun ini, Ten Hag memilih prinsip sedia payung sebelum hujan.

MU memang kudu ekstra hati-hati dalam hal merekrut pemain. Terlebih di masa sulit seperti ini, di mana klub-klub belum seutuhnya pulih pasca gempuran Covid 19.

Apalagi, pada jendela transfer musim panas lalu, MU sudah jor-joran belanja pemain. Jadi, saatnya untuk berhemat.

Sering Sial

<p>Casemiro (tengah) mencetak gol pembuka Manchester United&nbsp;dalam pertandingan Liga Inggris melawan Bournemouth di Old Trafford, Rabu, 4 Januari 2023. MU menang 3-0. (AP Photo / Dave Thompson)</p>

Casemiro (tengah) mencetak gol pembuka Manchester United dalam pertandingan Liga Inggris melawan Bournemouth di Old Trafford, Rabu, 4 Januari 2023. MU menang 3-0. (AP Photo / Dave Thompson)

Dalam sejarahnya yang panjang, MU pernah beberapa kali mengalami nasib sial di bursa transfer.

Satu di antaranya yang masih segar dalam ingatan adalah ketika mereka merekrut Diego Forlan dari Independiente pada 2002.

Demi Forlan, MU yang saat itu diotaki Sir Alex Ferguson, sampai harus menguras tabungan sebesar 6,9 juta poundsterling.

Namun, Forlan gagal bersinar seperti yang diharapkan. Kalah bersaing dengan Ruud Van Nistelrooy, pemain asal Uruguay itu hanya mampu mengemas 17 gol dalam 98 penampilan.

Hanya bertahan dua tahun, si gondrong kelahiran 19 Mei 1979 tersebut ditendang Ferguson ke Villarreal.

Syahdan, Forlan pun mengembara dari satu klub ke klub lain. Dia tak ubahnya pendekar yang tengah mencari jati diri.

Tentang Diego Forlan

Diego Forlan. Striker asal Uruguay ini didatangkan Manchester United dari Independiente pertengahan musim 2001/2002. Setelah 2,5 musim membela Setan Merah dengan total penampilan sebanyak 98 kali dan mencetak 17 gol ia hijrah ke Villarreal di awal musim 2004/2005. (AFP/Paul Barker)
Diego Forlan. Striker asal Uruguay ini didatangkan Manchester United dari Independiente pertengahan musim 2001/2002. Setelah 2,5 musim membela Setan Merah dengan total penampilan sebanyak 98 kali dan mencetak 17 gol ia hijrah ke Villarreal di awal musim 2004/2005. (AFP/Paul Barker)

Sejatinya, Forlan adalah penyerang top. Terbukti, usai banting tulang selama tiga tahun di Villarreal, Forlan laris manis bak lato-lato.

Atletico Madrid (2007-2011) dan Inter Milan (2011-2012) merupakan dua klub beken yang pernah memakai jasanya.

Di Piala Dunia 2010, semua tangan bertepuk untuk Forlan. Bersama Timnas Uruguay, secara mengejutkan, dia didapuk sebagai Pemain Terbaik dan pencetak gol terbanyak bersama Thomas Muller (Jerman) serta Wesley Sneijder (Belanda). Ketiganya masing-masing mengemas lima gol.

Seiring dengan bertambahnya usia, Forlan mulai meredup. Bintang-bintang muda dengan ragam talenta menyerbu Eropa. Forlan pamit.

Selanjutnya, dia mencoba peruntungan ke Brasil. Di Negara Samba, dia berkostum Internacional (2012-2014).

Sebelum Gantung Sepatu

Diego Forlan direkrut oleh MU pada tahun 2002. Namun, ia gagal tampil cemerlang seperti di klub sebelumnya, Independiente. Dua musim di Old Traffor, Forlan memutuskan untuk ke Villarreal sebelum akhrinya dibeli Atletico Madrid dan menjadi salah satu penyerang paling mematikan. (AFP/Paul Barker)
Diego Forlan direkrut oleh MU pada tahun 2002. Namun, ia gagal tampil cemerlang seperti di klub sebelumnya, Independiente. Dua musim di Old Traffor, Forlan memutuskan untuk ke Villarreal sebelum akhrinya dibeli Atletico Madrid dan menjadi salah satu penyerang paling mematikan. (AFP/Paul Barker)

Walau sudah 34 tahun, Forlan belum habis. Dia masih galak dengan menyegel pengoleksi gol terbanyak sekaliguis membawa tim barunya memenangkan kejuaraan negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil.

Forlan juga pernah pamer kebolehan di Jepang, bergabung dengan Cerezo Osaka. Hanya setahun (2014-2015), bomber tua itu memilih pulang kampung dan memperkuat raksasa Uruguay, Penarol, dari 2015 sampai 2016.

Setelah memperkuat Penarol, Forlan sebenarnya ingin gantung sepatu. Namun dia tak kuasa ketika klub India, Mumbai City, mengajaknya untuk bergabung. Bersama sang veteran, Mumbai City nyaris memenangkan Liga Super India.

 

Karier di Hong Kong

Dari India langkah Forlan semakin jauh. Pada 2018 atau saat usianya menyentuh 37 tahun, Forlan terbang ke Hong Kong. Di negeri mungil nan kaya raya itu, Kitchee sudah menyiapkan satu tempat utama kepadanya.

Di klub barunya, Forlan diguyur £ 13.000 per minggu. Kitchee yang pernah bentrok kontra Persipura Jayapura di ajang Liga Champion Asia tak ambil pusing dengan cuan yang mereka keluarkan, asal Forlan bisa tampil maksimal sepanjang musim.

Benar saja, Forlan tak terbendung. Tua-tua keladi. Makin tua makin jadi. Kepada Kitchee, sang jagoan di ambang senja itu mempersembahkan Hong Kong Premier League 2017/2018.

Sebuah perjalanan hidup yang menarik.

Sumber: Planetfootball