Petugas berhasil padamkan api yang melahap GPK Sawahlunto

Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) bersama pihak-pihak terkait berhasil memadamkan kebakaran yang melanda Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Kamis.

Wali Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Deri Asta mengapresiasi kinerja semua pihak yang telah bahu-membahu memadamkan api di Gedung Pusat Kebudayaan yang merupakan gedung cagar budaya peninggalan kolonial Belanda.

"Untuk penyebab secara pasti kita masih menunggu keterangan hasil penyelidikan aparat yang berwenang dalam hal ini Kepolisian," kata Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, di Sawahlunto, Kamis.

Menurut Wali Kota, rencananya pada Kamis ini GPK akan dipakai oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menyelenggarakan Festival Durian, namun dengan kebakaran ini maka kegiatan tersebut untuk dibatalkan.

Ia menjelaskan, bangunan GPK merupakan aset milik PT. Bukit Asam yang sekarang untuk pengelolaannya dilakukan oleh Hotel Khas Ombilin.

Baca juga: Kantor PT PLN WS2JB di Palembang terbakar Selasa malam

Baca juga: PT PLN WS2JB memastikan dokumen berharga selamat dari kebakaran

Sekaitan dengan dugaan sementara bahwa penyebab kebakaran itu bersumber dari permasalahan jaringan listrik, Wali Kota mengatakan pihaknya akan melaksanakan evaluasi pada jaringan listrik di gedung-gedung tua warisan budaya yang dibangun pada zaman kolonial Belanda itu.

"Sawahlunto memiliki cukup banyak gedung tua warisan zaman Belanda. Kita akan periksa keamanan dan kelayakan jaringan listriknya," kata dia.

Sementara Kapolres Sawahlunto AKBP. Purwanto Hari Subekti menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dari kebakaran tersebut.

"Untuk sementara dari keterangan saksi dan warga di sekitar lokasi, mereka menyebut api mulai terlihat sekitar pukul 09.30 WIB. Api itu muncul dari bagian atas yaitu dari atap bangunan, warga menduga ada permasalahan jaringan listrik di bagian atap tersebut," ujar AKBP. Purwanto.

Menurut dia, lokasi kebakaran sudah dipasang garis polisi (police line), setelah itu tim Polres Sawahlunto melaksanakan pemeriksaan dan penyelidikan lokasi.

"Kita jalankan pemeriksaan dan penyelidikan sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) yang berlaku," kata dia.

Baca juga: Seluruh sekolah di Jakarta Barat telah punya pemadam api

Baca juga: Warga Cilangkap dilatih cegah kebakaran

Baca juga: PMI beri layanan pemulihan psikososial bagi anak korban kebakaran