Petugas di China Paksa Masuk Rumah Warga untuk Buru Kontak Dekat Pasien Covid-19

Merdeka.com - Merdeka.com - Pihak berwenang di China selatan meminta maaf karena memaksa masuk ke rumah-rumah warga untuk memburu kontak pasien Covid-19 yang akan dibawa ke fasilitas karantina. Tindakan petugas China ini menuai kecaman.

Media pemerintah Global Times melaporkan, 84 rumah di distrik Liwan, kota Guangzhou diterobos petugas untuk mencari "kontak dekat" pasien Covid. Pintu rumah warga kemudian disegel dan dipasangi gembok baru.

Pada Senin, pemerintah distrik Liwan menyampaikan permintaan maaf karena tindakan mereka tersebut. Penyelidikan dilakukan dan pihak terkait akan dihukum, dikutip dari laman The Guardian, Rabu (20/7).

Sejumlah kasus polisi dan petugas kesehatan yang memaksa masuk ke rumah warga didokumentasikan di media sosial. Pintu rumah warga dirusak dan warga diancam dengan hukuman walaupun hasil tes Covid mereka negatif.

Pihak berwenang juga meminta gedung apartemen digembok di mana ada kasus Covid terdeteksi, memasang pagar besi untuk mencegah warga meninggalkan kompleks permukiman dan memasang palang besi di pintu-pintu rumah.

Tindakan keras petugas tersebut merupakan bagian dari kebijakan nol Covid pemerintah komunis China. Saat ini sebagian besar perbatasan nasional China masih ditutup. Komisi Kesehatan Nasional China mengumumkan 699 kasus baru Covid pada Selasa. Ini merupakan penularan lokal yang terjadi selama 24 jam sebelumnya. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel