Petugas evakuasi korban banjir Gladak Anyar dengan perahu karet

·Bacaan 1 menit

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur mulai mengevakuasi korban banjir di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan dengan menggunakan perahu karet.

Evakuasi dilakukan karena genangan banjir akibat luapan sungai semakin tinggi dan arus banjir semakin deras.

"Evakuasi kita dahulukan warga yang lanjut usia, ibu hamil dan anak-anak," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pemkab Pamekasan Budi Cahyono di lokasi banjir, Jumat malam.

Berdasarkan pantauan, awalnya genangan banjir di Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota Pamekasan ini hanya antara 20 Cm hingga 40 Cm.

Namun hingga sekitar pukul 22.00 WIB, genangan semakin tinggi, hingga mencapai pinggang orang dewasa, bahkan di sebagian titik ada yang mencapai dada orang dewasa.

Baca juga: Banjir melanda dua kecamatan di Pamekasan

Baca juga: BPBD: Bencana banjir di Pamekasan butuh penanganan terintegratif

Banjir yang terjadi di Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota Pamekasan ini akibat luapan Sungai Kalisemajid, menyusul hujan deras yang berlangsung selama sekitar tiga jam lebih.

Selain menyebabkan banjir, hujan deras disertai angin kencang itu juga menyebabkan rumah warga di tiga kecamatan rusak. Banjir juga terjadi di Desa Konang, Kecamatan Galis, Pamekasan.

"Tapi di Konang itu tidak separah di sini. Di sana ketinggian genangan hanya setinggi lutut orang dewasa," kata Abdillah, petugas relawan penanggulangan bencana yang juga membantu mengevakuasi korban banjir di Kelurahan Gladak Anyar.

Baca juga: Pamekasan dirikan dapur umum untuk korban banjir

Baca juga: Banjir di Pamekasan kian meluas

Baca juga: Pemkab Pamekasan kerahkan ASN bersihkan lumpur banjir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel