Petugas haji dengan keluhan infeksi jadi pasien perdana KKHI Mekkah

Seorang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjadi pasien perdana yang dilayani petugas medis di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah.

"Sepertinya sakitnya sudah dari Indonesia, namun dalam perjalanannya dirasa sudah lumayan berat untuk beraktivitas, jadi petugas tersebut datang ke KKHI untuk berobat," kata Koordinator Pelayanan Medis KKHI Mekkah Romi Akbar Muchtar melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu malam.

Baca juga: Kantor Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah mulai beroperasi

Pasien tersebut diketahui berusia 58 tahun yang tiba di KKHI Mekkah pada Jumat (10/6) pukul 16.45 Waktu Arab Saudi (WAS) dengan keluhan luka infeksi di salah satu anggota tubuh.

Romi mengatakan pasien telah ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan baik dan dalam proses pemulihan. “Alhamdulillah tadi teman-teman dokter, perawat dan dibantu dokter spesialis menerima dan memberikan pelayanan," katanya.

Baca juga: 187 anggota jamaah haji Indonesia dipulangkan lebih awal karena sakit

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Romi, pasien harus menjalani prosedur medis berupa pembersihan luka oleh dokter bedah umum pada Sabtu (11/6) pukul 09.00 WAS.

Diharapkan pasien dapat menjalani proses pemulihan dengan cepat, sehingga dapat kembali menjalankan aktivitas sebagai tim PPIH Arab Saudi.

"Mudah-mudahan sembuhnya cepat, jadi teman PPIH ini bisa kembali bertugas seperti sediakala," katanya.

Baca juga: Sudah kembali ke kloter calhaj Embarkasi Medan yang dirawat KKHI

Meskipun operasional KKHI baru dimulai hari ini, namun petugas kesehatan tetap memberikan pelayanan yang baik bagi keselamatan dan kesembuhan pasien

“Memang kondisinya kami masih belum operasional, tapi insya Allah selalu siap," katanya.

Baca juga: Amirul Hajj bersyukur tren angka kematian jamaah haji menurun

Ia mengatakan waktu operasional tersebut disesuaikan dengan pergerakan jamaah calon haji yang mulai meninggalkan Madinah untuk menuju Mekkah.

KKHI dijadwalkan beroperasional selama 24 jam untuk menerima rujukan dari Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter maupun dari sektor terkait untuk penanganan lanjutan jamaah yang mengalami masalah kesehatan.

Baca juga: Amirul Hajj sebut petugas kesehatan sebagai jantung ibadah haji

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel