Petugas haji diminta siaga selama fase mabit di Mina

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief meminta petugas haji siaga selama fase menginap (mabit) di Mina karena merupakan fase yang padat dan banyak yang kelelahan.

"Fase ini akan berlangsung hingga 13 Dzulhijah. Sehingga petugas harus tetap konsentrasi dan siaga membantu jamaah ," kata Hilman di Mina, Minggu.

Jamaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berada di Mina hingga 12 Dzulhijah untuk nafar awal dan 13 Dzulhijah untuk nafar tsani.

Selama di Mina, selain menginap, jamaah melaksanakan lontar jumrah, ula, wustha, dan aqabah.

"Mina termasuk fase padat dalam proses penyelenggaraan ibadah haji. Saya minta seluruh petugas untuk siaga di pos masing-masing demi melayani jamaah," katanya.

Baca juga: Lukman Hakim ajak jamaah maknai Haji Wada' Rasulullah

Baca juga: Puan: DPR evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2022

Kesiagaan petugas, kata Hilman, sangat penting. Sebab, tidak jarang jamaah pada fase ini kelelahan saat perjalanan ke jamarat. Selain itu, ada saja jamaah yang membutuhkan bimbingan saat lontar jumrah.

"Jadi kesiagaan mengawal yang sakit dan kelelahan di jalan perlu diperkuat," katanya seraya menambahkan kursi roda juga harus disiagakan di pertengahan jalur jalan kaki, jalur ke arah jamarat, khususnya sebelum dan sesudah terowongan.

Hilman menambahkan, proses penempatan petugas di pos-pos strategis akan dilakukan secara terpola dengan rasio yang proporsional sehingga penempatan petugas lebih merata.

Baca juga: Jamaah lansia dan komorbid harus dibadalkan saat lontar jumrah

Baca juga: Dirjen PHU imbau jamaah jangan paksakan diri lontar jumrah

Baca juga: Menag minta jamaah haji jaga stamina karena Mina puncak ibadah fisik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel