Petugas haji sering temukan jamaah yang tak tahu arah pulang

Petugas haji Indonesia masih sering menemukan jamaah yang tidak tahu atau tersesat saat akan kembali pulang ke hotel atau pemondokan, selepas melakukan berbagai kegiatan seperti shalat di Masjid Nabawi.

"Sampai saat ini, masih banyak jamaah yang diketahui bingung arah pulang ke hotel atau pemondokannya. Hal itu terjadi setelah habis shalat di Masjid Nabawi atau setelah keluar hotel," ujar Sekretaris Daker Madinah Abdillah MT dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Abdillah mengatakan sebagian besar jamaah yang lupa arah pulang karena tidak membawa kartu nama hotel yang sudah dibagikan. Padahal, kartu nama hotel itu bisa menjadi sarana untuk bertanya kepada petugas yang ada di sekitaran Masjid Nabawi.

"Mereka kebanyakan jamaah yang belum pernah umrah atau berhaji. Mereka biasanya tidak memperhatikan orientasi arah khususnya terkait pintu di Masjid Nabawi," kata dia.

Baca juga: 2.409 jamaah calon haji dari Madinah tiba di Mekkah Senin

Baca juga: Jamaah haji Indonesia dapat makan tiga kali sehari saat di Arab Saudi

Maka dari itu, Abdillah membagikan sejumlah tips yang bisa dilakukan jamaah jika lupa arah pulang ke hotelnya. Jamaah calon haji diminta tetap tenang, tidak perlu panik, sebab banyak petugas haji Indonesia di sekitar Masjid Nabawi.

Kemudian, wajib membawa kartu nama hotel dan tunjukkan saat bertanya kepada petugas yang ada di sekitar Masjid Nabawi. Hal yang bisa dilakukan lagi yakni kenali patokan/penanda yang mengarah pada hotel tempat tinggal.

"Cari petugas sektor khusus Nabawi, pakai rompi hitam bertuliskan Petugas Haji Indonesia," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Agama juga membekali jamaah dan petugas haji Indonesia dengan gelang identitas dan meminta mereka untuk selalu memakainya serta tak menukar dengan orang lain karena menjadi data untuk proses identifikasi apabila terpisah dengan rombongan.

"Kami mengimbau kepada seluruh jamaah agar memakai gelang identitas tersebut sejak diterima sampai kembali ke rumah domisili masing-masing di Tanah Air. Jangan hanya disimpan karena takut hilang," ujar Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama Akhmad Fauzin.

Baca juga: Belum ada laporan jamaah haji Indonesia di Mekkah yang sakit

Baca juga: Calon haji asal Lamongan meninggal di Madinah

Akhmad mengatakan gelang identitas itu memuat sejumlah informasi penting terkait jamaah. Ada enam kolom dalam gelang tersebut pertama, berisi keterangan asal embarkasi dan tahun keberangkatan. Misal, JKS 1443 H yang artinya, jamaah asal Embarkasi Jakarta-Bekasi yang berangkat pada 1443 H.

Kolom kedua berisi nomor kloter, ketiga memuat keterangan nomor paspor jamaah, keempat berisi tulisan jamaah haji Indonesia dalam bahasa arab (al hajjul Indonesiyyi). Kemudian kolom kelima berisi nama jamaah/petugas sesuai nama di buku paspor, terakhir kolom berisi bendera Indonesia sekaligus sebagai penanda jamaah atau petugas asal Indonesia.

"Gelang tersebut terbukti sangat memudahkan berbagai pihak untuk mengidentifikasi jamaah ketika terpisah, lupa arah jalan ke pemondokan, dan lain-lain," kata dia.

Baca juga: Kemenkumham pastikan layanan prima keimigrasian bagi jamaah haji

Baca juga: Kemenag upayakan Asrama Haji Padang Pariaman siap pada 2023
Baca juga: Satu calon haji kloter 01 Kalsel wafat dalam penerbangan ke Madinah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel