Petugas KKP Meninggal akibat Kecelakaan Speedboat, Menkes Sampaikan Duka Mendalam

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda meninggal dunia akibat kecelakaan speedboat di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (3/6). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan duka cita mendalam atas musibah itu.

"Atas nama Kementerian Kesehatan, saya turut berbelasungkawa dan saya berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Budi dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan, Minggu (5/6).

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda Solihin menjelaskan kronologi kecelakaan dua speedboat di Sungai Mahakam. Peristiwa itu terjadi saat speedboat yang membawa dua petugas boarding KKP Samarinda, Santi Tandipatau dan Hairunnisa, melaju ke Dermaga Sungai Mahakam untuk melakukan pemeriksaan kapal dalam karantina.

Ditabrak Speedboat Lain

Tiba-tiba speedboat yang mereka tumpangi ditabrak speedboat lain di bagian kanan hingga hancur. Insiden nahas ini terjadi pada pukul 16.00 Wita.

"Saat perjalanan menuju kapal untuk melakukan boarding sekitar pukul 16.23 WITA, speedboat yang ditumpangi petugas KKP Samarinda ditabrak oleh speedboat lain dari Dermaga Pasar Pagi Samarinda menuju Samarinda Seberang," terangnya.

Akibatnya, Hairunnisa, yang duduk di sebelah kanan speedboat, terpental dan kepalanya terbentur sehingga mengalami pendarahan. Rekannya, Santi Tandipau, yang duduk sebelah kiri, tidak mengalami luka serius namun mengalami syok.

Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Setelah kejadian, korban langsung dibawa ke tepi sungai untuk selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda menggunakan Ambulance KKP Kelas II Samarinda. Di UGD RS Dirgahayu Samarinda, korban sempat mendapatkan pertolongan medis. Namun, karena cedera yang cukup parah, korban dinyatakan meninggal dunia.

"Karena cedera kepala yang dialami korban cukup parah sehingga tidak bisa tertolong lagi dan korban menghembuskan napas terakhir di UGD RS Dirgahayu Samarinda. Terhadap jenazah korban dilakukan pemeriksaan medis untuk kepentingan visum et refertum," ungkapnya.

Usai dilakukan visum, sekitar pukul 17.15 WITA. jenazah korban dibawa menggunakan mobil Ambulance KKP Samarinda menuju rumah duka. Jenazah disemayamkan di rumah orang tua korban dan pada Sabtu, 4 Juni 2022 pukul 12.00 WITA telah dilakukan prosesi pemakaman di Samarinda. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel