Petugas Pemulasaraan Kewalahan, Hanya 12 Jenazah Pasien COVID-19 yang Dimakamkan Dalam 24 Jam

·Bacaan 1 menit
Suasana proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta, Kamis (17/6/2021). Pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Rorotan mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir seiring kembali meningkatnya kasus Covid-19 di Jakarta. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Petugas pemusalaran Nuryasin mengaku kewalahan melaksanakan pemakaman jenazah pasien COVID-19 yang jumlahnya semakin meningkat akhir-akhir ini.

Nuryasin menceritakan, petugas pemulasaraan hanya mampu memakamkan 12 jenazah perhari selama 24 jam.

"Kemampuan kami biasanya sampai besok pagi maksimal hanya 12 jenazah. Itu 12 jenazah juga, kami sudah tidak tidur sama sekali," kata Nuryasin seperti dikutip dari Antara, Sabtu (26/6/2021).

Sedangkan pada Jumat kemarin, kata Nuryasin, sudah 27 jenazah yang di makamkan sesuai protokol kesehatan.

"Sudah 27 sama ini (jenazah I)," kata Nuryasin.

Selain kendala tersebut, ada kendala lain yakni jarak antarwilayah di DKI Jakarta terlalu jauh dari taman pemakaman umum khusus COVID-19 di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

"Mungkin jarak juga, karena dulu kan ada dua tempat ya. Sekarang kan cuma satu pintu, sehingga terjadi antrean," kata Nuryasin.

Jenazah Bertahan di Rumah Duka

Sebelumnya, jenazah pengidap COVID-19 berinisial I (40) harus tertahan di rumahnya di kawasan Pademangan, Jakarta Utara selama sehari sebelum dievakuasi oleh petugas dan dimakamkan secara protokol COVID-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat.

Ketua RT 07/ RW 011 Pademangan Barat Sudarto mengatakan jenazah tersebut sedianya akan dimakamkan keluarga ketika dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (24/6/2021).

Namun batal terlaksana karena petugas Puskesmas menyatakan jenazah tersebut positif COVID-19 dan harus dimakamkan secara protokol kesehatan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel