Petugas Siap Sambut Jemaah Haji Indonesia di Madinah

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah gelombang kedua mulai diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah pada tanggal 21 Juli mendatang. Petugas Daerah Kerja (Daker) Madinah siap menyambut kedatangan jemaah.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Amin Handoyo memastikan pihaknya sudah mempersiapkan segala fasilitas yang nantinya akan dipakai jemaah selama lebih kurang sembilan hari berada di Madinah.

"(Hotel) di Madinah ini penempatannya kita menggunakan tasreh. Artinya jumlah dan kapasitas sesuai dengan kebijakan Arab Saudi," katanya usai rapat koordinasi menyambut jemaah gelombang kedua di Kantor Daker Madinah, Selasa (19/7).

Ada perbedaan antara hotel di Madinah dan ketika berada di Makkah. Di Makkah, jemaah menempati hotel baru. Tetapi, jarak menuju Masjidil Haram cukup jauh sehingga harus diumpan dengan bus shalawat.

Sementara di Madinah, hotel yang ditempati adalah bangunan lama tetapi memang biasanya digunakan oleh jemaah haji seluruh dunia termasuk Indonesia karena masuk wilayah Markaziyah. Hotel-hotel yang berada di wilayah Markaziyah memiliki jarak cukup dekat dengan Masjid Nabawi. Jarak terjauhnya hanya 500 meter, sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

"Dari segi kompensasi yaitu dari segi jarak, semua hotel ini ada di wilayah Markaziyah dan wilayah Markaziyah itu hotel paling jauh adalah 500 meter. Artinya, dari hotel ke masjid bisa jalan kaki dan itu tidak jauh," jelas Amin.

Dia menambahkan, untuk gelombang kedua ini, pihaknya telah menyiapkan 29 hotel yang disewa dengan sistem full musim. Sementara 16 hotel disewa dengan sistem blocking time.

"Artinya kalau full musim itu dalam satu hotel itu semua jemaah haji Indonesia. Sedangkan blocking time itu sebagian ditempati jemaah kita, sebagian bisa jemaah lain," terangnya.

Pemberangkatan Jemaah Diminta Sesuai Jadwal

Amin menambahkan, penempatan jemaah selama di Madinah menerapkan sistem check in dan check out. Artinya, kloter yang akan masuk harus benar-benar memastikan jemaah yang sebelumnya berada di hotel sudah keluar.

Itu sebabnya, Amin sangat berharap pemberangkatan jemaah dari Makkah ke Madinah benar-benar mengikuti jadwal yang telah disepakati. Sehingga tidak ada kekacauan dalam penempatan akomodasi.

"Kita kan sistem konfigurasi, sebelum jemaah satu datang, di dalamnya ada jemaah. Ketika yang didorong dari Makkah itu cepat dan di sini belum check out itu akan timbul masalah. Itu sebabnya, kita harapkan di Makkah pendorongannya sesuai jadwal sehingga tidak terjadi bentrokan antara jemaah yang check in dan check out," tegasnya.

Dia mengaku sudah dikomunikasikan itu dengan Daker Makkah. Dia sangat berharap jadwal pemberangkatan yang sudah dibuat benar-benar disepakati. Hal itu penting untuk meminimalisir timbulnya masalah dan menjaga kenyamanan jemaah.

"Kita minta sesuai jadwal jadwal sehingga di sini sudah siap," tutup Amin.

Daker Madinah akan menggelar apel siaga menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua. Apel kesiapan akan digelar serentak di kantor daker maupun di tiga sektor pada 20 Juli besok. Sejak 15 Juli lalu, seluruh petugas sudah berada di Madinah dan melakukan konsolidasi untuk memastikan segala persiapan menyambut jemaah gelombang kedua benar-benar berjalan dengan baik. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel