Petugas Temukan Banyak Jejak Harimau Puluhan Meter dari Lokasi Jenazah Remaja

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Personel Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Polres Siak akhirnya menemukan potongan organ tubuh MA. Remaja 16 tahun itu sebelumnya ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan sehingga muncul dugaan diterkam harimau sumatra.

Dugaan ini muncul karena dalam beberapa bulan terakhir harimau sumatra muncul di sekitar lokasi. Tempat tinggal korban bersama ayahnya, Rustam Nduru, juga beberapa kali dihampiri si Datuk Belang.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Mahfud menyebut penemuan organ tubuh korban pada Selasa, 31 Agustus 2021. Petugas juga menyusuri sekitar lokasi penemuan jasad.

"Ya, kepala sudah ditemukan tak jauh dari jasad korban ditemukan pada beberapa hari lalu," kata Mahfud, Rabu siang, 1 September 2021.

Hanya saja, baik di sekitar lokasi penemuan jenazah dan organ tubuh itu, petugas tidak menemukan bekas cakaran ataupun jejak harimau sumatra di tanah. Hal ini terjadi karena lokasi di sana berumput dan semak belukar.

"Jadi tidak terlihat jejak karena berumput di lokasi," ucap Mahfud.

Menurut Mahfud, jejak harimau sumatra ditemukan di belakang pondok atau rumah tempat korban tinggal bersama ayahnya. Ada banyak jejak dengan ukuran besar yang dipastikan milik harimau sumatra.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jarak Puluhan Meter

Lokasi jejak harimau sumatra dengan jenazah korban berjarak puluhan meter. Namun, BBKSDA Riau untuk sementara menduga kematian korban masih ada hubungannya dengan jejak tersebut.

Mahfud menyatakan, kepastian apakah korban tewas karena harimau akan disimpulkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Olah TKP ini dilakukan personel Polres Siak didampingi BBKSDA Riau.

"Pastinya nanti polisi, kalau dugaan sementara ya karena harimau," ucap Mahfud.

Berdasarkan ukuran jejak, BBKSDA Riau menyatakan harimau itu sudah dewasa. Jejaknya hampir sama panjangnya dengan ukuran pulpen.

Sebelumnya, korban MA ditemukan ayahnya tak bernyawa setelah pergi dari pondok untuk mencari sinyal telepon genggam di pelabuhan Desa Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Saat itu, ayah korban tengah memperbaiki mesin diesel karena listrik di pondok padam.

Tidak ada saksi mata yang melihat korban diterkam harimau. Selain gelap gulita, lokasi juga banyak semak belukar karena menjadi wilayah operasional PT Uniseraya.

Petugas juga tak bisa melakukan visum ataupun autopsi terhadap jasad korban. Pasalnya, keluarga langsung membawa korban ke kampung halamannya di Pulau Nias.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel