Peyakit Mata Biru Bunuh Ribuan Bebek di Jember  

TEMPO.CO, Jember - Penyakit "mata biru" menyerang bebek para peternak di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dalam sepekan terakhir, penyakit tersebut telah mengakibatkan kematian sekitar seribu ekor bebek milik warga Kecamatan Wuluhan, Gumukmas, dan Sukorambi.

"Dalam sehari bisa 150 ekor hingga 200 ekor yang mati mendadak," kata Eddy Suryanto, seorang peternak bebek di Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Kamis sore, 11 April 2013.

Menurut Eddy, bebek mati dari yang berusia 25 hari hingga yang sudah dewasa. Serangan penyakit itu tergolong cepat. "Bebek yang mati secara mendadak itu matanya berwarna biru," ujarnya.

Sunardi, peternak bebek pedaging di Kecamatan Sukorambi, juga mengeluh menderita kerugian belasan juta rupiah. Sebagai peternak bebek potong, dia memiliki sekitar 10 ribu ekor bebek pedaging. "Dalam satu kandang saya isi seribu ekor. Yang mati setiap harinya dua ratus ekor. Dalam waktu tak lebih dari seminggu bebek saya habis," ucapnya.

Sodiq dan Sugiono, peternak dari Kecamatan Gumukmas, bahkan tidak lagi memiliki bebek pedaging. Seribu ekor bebek yang mereka pelihara sejak Maret lalu habis terserang si "mata biru".

Para peternak mengatakan sudah melapor ke Dinas Peternakan Jember. Namun, Dinas Peternakan hanya mengimbau para peternak bebek agar menyemprot kandnag dengan disinfektan. "Ya, kami semprot sendiri. Sementara kandang dikosongkan dulu satu-dua bulan," tutur Sodiq.

Belum ada pejabat Dinas Peternakan Kabupaten Jember memberi penjelasan mengenai penyakit "mata biru" ini.

MAHBUB DJUNAIDY

 

 

 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.