Pfizer/BioNTech berusaha dapatkan persetujuan vaksin pertama di AS

·Bacaan 4 menit

Washington (AFP) - Raksasa biotek AS Pfizer dan mitranya dari Jerman BioNTech pada Jumat meminta persetujuan peluncuran vaksin virus corona mereka lebih awal sehingga menjadi langkah pertama menuju bantuan di tengah melonjaknya kasus infeksi yang mendorong kembalinya penutupan yang sudah membuat trauma berbagai negara dan ekonomi global awal tahun ini.

Dunia mencari para ilmuwan guna menyelamatkan diri dari pandemi global karena gelombang baru infeksi memaksa New York menutup sekolah-sekolah dan California agar menerapkan jam malam.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan komite vaksinnya akan bertemu 10 Desember guna membahas permintaan otorisasi penggunaan darurat.

"FDA mengakui bahwa transparansi dan dialog sangat penting bagi publik agar percaya kepada vaksin COVID-19," kata kepala organisasi ini Stephen Hahn dalam satu pernyataan.

"Saya ingin meyakinkan rakyat Amerika bahwa proses FDA dan evaluasi data untuk vaksin Covid-19 potensial akan seterbuka dan setransparan mungkin."

Dia mengaku tak bisa memprediksi berapa lama peninjauan itu berlangsung namun pemerintah federal mengatakan sebelumnya bahwa lampu hijau terakhir mungkin akan terjadi Desember.

"Pengajuan di AS adalah tonggak penting dalam perjalanan kami mengirimkan vaksin COVID-19 ke seluruh dunia," kata kepala eksekutif Pfizer Albert Bourla.

Temuan BioNTech/Pfizer dan satu lagi yang sedang dibuat oleh perusahaan AS Moderna telah memimpin dalam perburuan vaksin secara global.

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan blok Eropa ini juga bisa menyetujui kedua calon vaksin sebelum akhir tahun ini.

Namun masalah menjengkelkan dan sangat rumit mengenai bagaimana mempercepat produksi dan distribusi mengartikan belum akan ada penangguhan dalam waktu dekat ini.

Dan gelombang pandemi terbaru menghantam lebih keras banyak wilayah ketimbang gelombang pertama melanda dunia setelah virus ini muncul di kota Wuhan di China akhir tahun lalu.

Korban meninggal di seluruh dunia sudah mendekati 1,4 juta orang dan jumlah terinfeksi mendekati 57 juta orang, meskipun jumlah sebenarnya tidak diketahui karena setiap negara memiliki metode pelaporan berbeda-beda dan banyak kasus yang tidak terdeteksi.

Tingkat infeksi di India telah melampaui sembilan juta orang atau nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat, dan sejumlah pemakaman sudah kehabisan lahan.

"Awalnya ketika virus itu merebak, saya pikir saya akan mengubur 100-200 orang dan itu bakal selesai. Tetapi situasi saat ini di luar pikiran saya yang paling liar," kata penggali kubur di New Delhi, Mohammed Shamim, kepada AFP.

Dan Meksiko menjadi negara keempat yang jumlah korban tewasnya mencapai 100.000 orang.

"Kami berada pada titik di mana kami tidak melihat fase jelas penurunan," kata mantan pejabat kementerian kesehatan Meksiko Malaquias Lopez kepada AFP.

Jumlah korban meninggal dunia di AS saat ini yang sudah terlaporkan lebih dari seperempat juta orang dengan 2.200 kematian terdaftar hanya pada Kamis, telah cukup mengkhawatirkan pihak berwenang guna memberi tahu bahwa masyarakat tinggal di rumah untuk liburan Thanksgiving pekan depan, pada saat rakyat Amerika biasanya melakukan perjalanan dari pantai ke pantai bersama keluarga mereka.

Tak semua orang menyenangi pedoman dan peraturan baru ini.

Lebih dari 13.000 orang menandatangani petisi online "Keep NYC Schools Open" (Biarkan sekolah-sekolah di Kota New York tetap buka) yang menyebut keputusan kota itu dalam menutup sekolah-sekolah bagi 1,1 juta siswanya namun membiarkan bar dan pusat kebugaran tetap buka sebagai "tidak masuk akal".

California juga akan memberlakukan jam malam dari pukul 10 malam sampai 05 pagi mulai Sabtu. Langkah ini mirip dengan yang akan mulai diberlakukan di Istanbul kepada 15 juta penduduknya akhir pekan ini mulai Jumat malam.

Kota terbesar Kanada, Toronto, dan sebagian besar pinggiran-pinggirannya akan menerapkan lockdown baru mulai Senin.

Dan pembatasan terbaru di Eropa termasuk keputusan Irlandia Utara dalam menutup pub dan toko selama dua pekan tambahan ketika Portugal memperpanjang keadaan darurat sampai 8 Desember.

Tetapi para pejabat kesehatan di Prancis mengatakan pembatasan selama tiga pekan sepertinya telah membantu.

"Meskipun indikator-indikator masih pada level tinggi, semua itu menunjukkan bahwa puncak gelombang kedua sudah lewat," kata badan kesehatan negara itu.

Berbagai pemerintah kini menggantungkan harapan mereka kepada vaksin yang dapat menyelamatkan mereka dari tutupnya dunia usaha dan sekolah-sekolah dan perintah tinggal di rumah yang membuat kesehatan mental orang-orang berada di bawah tekanan berat.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan dia berharap "sebagian besar" penduduk dari negara berpenduduk 47 juta orang sudah divaksinasi sampai pertengahan 2021, sedangkan Belanda mengaku siap meluncurkan vaksin kepada sekitar 3,5 juta orang pada triwulan pertama tahun itu.

Pemerintah Inggris mengatakan telah meminta badan regulasi obat-obatan independennya agar mempelajari vaksin virus corona buatan Pfizer/BioNTech dengan maksud segera diluncurkan.

Sebuah calon vaksin terpisah yang sedang dibuat oleh University of Oxford dan AstraZeneca terbukti aman dan manjur dalam studi yang lebih kecil terhadap orang-orang dewasa tua dan kini dalam uji klinis fase 3.

Tetapi, berdasarkan sebuah surat yang dilihat AFP, negara-negara berkembang akan menghadapi tantangan lebih dalam. Organisasi Kesehatan Dunia sudah meminta negara-negara G20 agar membantu menutup kesenjangan pendanaan 4,5 miliar dolar AS untuk program menyalurkan vaksin secara global.

Sinopharm dari China mengungkapkan Jumat bahwa mereka sudah memberikan vaksin eksperimentalnya kepada hampir satu juta orang, termasuk pegawai negeri dan mahasiswa yang akan belajar di luar negeri.

Pejabat penyakit menular terkemuka AS, Anthony Fauci, berusaha menepis kekhawatiran tentang calon vaksin buatan Pfizer dan Moderna dengan mengatakan kecepatan perkembangan kedua vaksin "tidak membahayakan keselamatan" tetapi merupakan "cerminan dari kemajuan ilmiah yang luar biasa untuk jenis vaksin ini."

bur-st/ft