Pfizer Mulai Uji Coba Vaksin Anak di Bawah 12 tahun

Donny Adhiyasa, Isra Berlian
·Bacaan 1 menit

VIVA – Produsen obat asal Amerika Serikat Pfizer Inc dan perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech SE mulai melakukan uji coba vaksin COVID-19 pada anak-anak usia di bawah 12 tahun. Program uji coba tahap pertama ini dilakukan pada Rabu 24 Maret kemarin.

Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara dari Pfizer, Sharon Castillo. Uji coba akan mencakup anak-anak berusia 6 bulan, mengikuti uji coba serupa yang diluncurkan oleh Moderna Inc minggu lalu.

Dilansir dari laman Asiaone, pihak Pfizer dan BioNTech berencana program uji coba tahap awal ini akan melibatkan 144 peserta. Nantinya para partisipan akan diberikan dua suntikan dengan tiga dosis berbeda yakni 10, 20 dan 30 mikrogram.

Tidak hanya sampai di situ, pihak Pfizer juga berencana untuk mengembangkan uji coba tahap akhir dengan 4.500 partisipan di mana mereka akan menguji keamanan, tolerabilitas dan respons kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin.

Kemungkinan dengan mengukur tingkat antibodi pada subjek muda. Castillo mengatakan data dari uji coba tersebut dapat diperoleh pada paruh kedua 2021.

Sebelumnya, Vaksin Pfizer / BioNTech telah disahkan oleh regulator AS pada akhir Desember untuk masyarakat yang berusia 16 tahun ke atas. Hampir 66 juta dosis vaksin telah diberikan di Amerika Serikat pada Rabu pagi, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Hanya vaksin Pfizer / BioNTech yang digunakan pada anak usia 16 dan 17 tahun di Amerika Serikat. Sedangkan vaksin COVID-19 Moderna telah diberikan kepada mereka yang berusia 18 tahun ke atas, dan belum ada vaksin COVID-19 yang disahkan pada anak-anak yang lebih muda.

Sementara itu, Pfizer telah menguji vaksin pada anak-anak dari usia 12 hingga 15 tahun. Perusahaan mengharapkan data dari uji coba itu dalam beberapa pekan mendatang, kata Castillo.