PGE raih penghargaan dari Kemnaker untuk penanggulangan COVID-19

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sebagai bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy, berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19 dan HIV-AIDS.

PGE meraih penghargaan Kategori Platinum melalui Program Pencegahan dan Penanggulangan (P2) COVID-19 di tempat kerja, dan penghargaan Kategori Gold melalui Program P2 HIV-AIDS di tempat kerja. Pencapaian ini diraih dengan penilaian dan audit dari Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, kata Corporate Secretary PGE, Muhammad Baron di Jakarta, Rabu.

Baron mengatakan penghargaan yang diberikan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dunia usaha terhadap aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

"Penghargaan ini merupakan pencapaian seluruh Perwira PGE yang telah menjalani masa pandemi COVID-19 yang masih berlangsung dengan kegiatan operasional yang tetap berjalan baik dan terus menerapkan upaya K3 untuk menjaga keselamatan kerja," ujar Baron dalam keterangan tertulis.

Penghargaan itu diharapkan memotivasi perusahaan untuk terus melakukan upaya K3 atau dikenal juga dengan Health, Safety, Security, and Environmental (HSSE) sehingga akan menciptakan pekerja yang selamat, sehat, dan produktif.

Baca juga: PGE targetkan jadi perusahaan energi hijau kelas dunia pada 2030

PGE terus berkomitmen untuk pengembangan panas bumi dan memastikan implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) menjadi bagian terintegrasi dari bisnisnya. Penerapan aspek-aspek ESG ini merupakan upaya memberikan nilai tambah serta dukungan pada pemerintah terkait pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya panas bumi.

Pengembangan penyediaan energi panas bumi, lanjutnya, juga merupakan komitmen PGE dalam mencapai pembangunan berkelanjutan khususnya goal ke 7 (energi bersih dan terjangkau), 12 (konstruksi dan produksi yang bertanggungjawab), 13 (penanganan perubahan iklim), dan 15 (ekosistem darat) pada SDGs (Sustainable Development Goals).

PGE saat ini mengelola 13 Wilayah Kerja (WK) panas bumi di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi Utara, dengan total kapasitas listrik panas bumi sebesar 1.877 MW, yang terdiri dari 672 MW dioperasikan sendiri dan 1.205 MW dikelola melalui Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi PGE itu berkontribusi 82 persen dari total nasional, dengan potensi emission avoidance CO2 sebesar 9,7 juta ton CO2 per tahun.

Baca juga: PGE targetkan listrik panas bumi tumbuh dua kali lipat pada 2026

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel