PGN dan Rekind Uji Coba Pasok Gas dari Sumur Jambaran-Tiung Biru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Rekayasa Industri (Rekind) melakukan pengaliran gas untuk uji coba sebelum produksi sumur Jambaran-Tiung Biru (Commissioning JTB). Ini wujud komitmen dukungan terhadap peningkatan produksi migas pada proyek energi nasional.

Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto, mengatakan, dalam uji coba ini PGN bersama Rekind yang merupakan main contractor EPC Gas Processing Facility (GPF) dalam proyek JTB mengalirkan gas bumi sebesar 4-8 BBTUD selama 6-8 bulan.

“Proses commisioning dan sinergi dengan Rekind merupakan komitmen bersama untuk menjaga produksi migas nasional dapat memenuhi target,” kata Haryo, di Jakarta (9/6/2021).

JTB merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) dari sektor Migas yang ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Perpres 109 Tahun 2020. Aktifnya proyek JTB akan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi migas nasional.

“Jambaran-Tiung Biru bernilai penting bagi perekonomian wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan perekonomian nasional. Aktifnya produksi di lapangan tersebut dapat membantu pemenuhan gas di sektor kelistrikan, kemudian bisa dioptimalkan untuk komersial industri, transportasi, UMKM ataupun rumah tangga,” jelas Haryo.

Haryo mengungkapkan, setelah sumur JBT berproduksi, PGN nantinya akan mengelola gas dari JTB sekitar 192 BBTUD, dengan besarnya volume gas bumi dari JTB diharapkan dapat meningkatkan ketahanan produksi energi untuk keperluan Jawa Tengah, Jawa Timur maupun nasional.

Gas bumi dari JTB dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan gas Jawa Tengah maupun Jawa Timur di sektor industri, rumah tangga, transportasi, dan pembangkit listrik.

Pipa Transmisi Gresik Semarang

embangunan pipa gas bumi Muara Karang-  Muara Bekasi ibertujuan meningkatkan pemanfaatan atau penggunaan gas bumi nasional,
embangunan pipa gas bumi Muara Karang- Muara Bekasi ibertujuan meningkatkan pemanfaatan atau penggunaan gas bumi nasional,

Haryo menambahkan, gas dari JTB dapat dialirkan melalui Pipa Transmisi Gresik Semarang yang telah selesai dibangun. Dengan cadangan gas sebesar 2,5 Tcf, sehingga JTB diharapkan dapat menciptakan dampak berganda dan membantu mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sebagai salah satu tulang punggung energi nasional, JTB akan dapat menunjang upaya pengembangan energi bersih gas bumi di masa transisi energi dari fuel menuju energi terbarukan yang lebih bersih, ramah lingkungan, dan efisien. Jadi selain untuk kemandirian nasional, JTB akan berperan penting dalam upaya bauran energi nasional yang ditargetkan mencapai 23 persen pada 2025.

“PGN sebagai Subholding Gas dan bagian dari Holding Migas Pertamina berkomitmen untuk meningkatkan performa lifting migas nasional dan pemanfaatan energi bersih gas bumi di Indonesia. Komitmen ini juga bagian dari upaya memajukan perekonomian nasional,” tutup Haryo.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel