PHBS harus tetap diterapkan guna cegah penyakit menular

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Imran Pambudi mengatakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus tetap diterapkan meski kasus pandemi COVID-19 mereda guna mencegah penyakit menular lainnya.

"Kita harus mengembalikan kesadaran masyarakat tentang personal higiens, bahwa Germas (gerakan kesehatan masyarakat) itu yang utama," ujar Imran dalam acara Indonesia Mirah di Jakarta, Sabtu.

Imran mengatakan Indonesia sebagai negara tropis sangat rentan terhadap penyakit menular seperti tuberculosis (TB), demam berdarah, hepatitis A, B dan C, leptospirosis hingga malaria. Penyakit-penyakit tersebut sangat mudah menular dan dapat menimbulkan kematian.

Baca juga: Kemenko: Perkuat pola hidup sehat guna mencegah penyakit tidak menular

Menurut Imran hal ini dapat dicegah jika masyarakat tetap konsisten dalam menerapkan PHBS. Yang harus diingat adalah penerapan pola hidup sehat tak hanya sekadar mencuci tangan, mandi teratur, menyikat gigi tapi juga menjaga asupan makan yang bergizi.

"Ada kabar yang menggembirakan, di Sorong Selatan baru saja terbebas dari malaria. Ini luar biasa sehingga bisa memacu semangat teman-teman lain untuk bisa juga, yang di Papua saja bisa masa wilayah lain tidak bisa menerapkan PHBS," kata Imran.

Untuk bisa meningkatkan kembali kepedulian masyarakat terhadap PHBS, dibutuhkan dukungan dari banyak pihak termasuk dari tokoh masyarakat, tokoh agama hingga para guru di sekolah.

Menurut Imran, para tokoh yang disegani oleh masyarakat tersebut diharapkan dapat selalu mengingatkan untuk menerapkan hidup sehat.

"Lewat sinetron juga kalau bisa dimasukkan soal PHBS. Peran sinetron itu bisa untuk mencerdaskan masyarakat itu sangat kuat, ini berhubungan dengan promosi kesehatan," katanya.

Imran menyadari bahwa kepatuhan masyarakat terhadap PHBS berkurang lantaran adanya penurunan level kasus COVID-19. Menurutnya, seseorang memiliki kewaspadaan yang cenderung menurun ketika di sekitarnya tidak ada ancaman penyakit.

"Sekarang adalah bagaimana caranya kita kembali menaikkan kepatuhan itu meski tidak ada ancaman," ujar Imran.

Baca juga: Orang dengan keturunan diabetes perlu jaga gaya hidup sehat

Baca juga: Dokter: Cegah hepatitis akut dengan pola hidup bersih dan sehat

Baca juga: Peneliti: Cegah osteoporosis dengan perilaku hidup sehat