PHK Karyawan Twitter Dimulai

Merdeka.com - Merdeka.com - The Verge pada, Jumat (4/11), melaporkan bahwa Twitter benar-benar akan melakukan PHK karyawan. Informasi tersebut diketahui dari memo internal yang belum ditandatangani pejabat Twitter.

Sebelumnya, isu tentang PHK ini menyeruak kencang sampai keluar. Bahkan, disebut-sebut akan dilakukan PHK sebanyak 75 persen dari total karyawan. Rumor ini juga santer terdengar sebelum Elon Musk resmi membeli media sosial itu. Namun, isu itu segera ditenangkan Musk dengan menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Terbaru seperti yang dilaporkan The Verge menyebutkan, karyawan yang diberhentikan atau tidak, akan menerima email pada 4 November 2022 pukul 9 pagi waktu setempat. Dalam memo internal itu juga disampaikan akses karyawan masuk ke kantor akan dihentikan sementara.

"Kami mengakui ini adalah pengalaman yang sangat menantang untuk dilalui, terlepas dari apakah Anda terkena dampak atau tidak. Terima kasih karena terus mematuhi kebijakan Twitter yang melarang Anda mendiskusikan informasi rahasia perusahaan di media sosial, pers, atau di tempat lain," tulis memo tersebut.

Sementara memo itu tidak merinci berapa banyak karyawan yang akan kehilangan pekerjaan. Musk diperkirakan akan memangkas kurang lebih setengah dari sekitar 7.500 orang tenaga kerja Twitter.

Sejak minggu lalu, tim khusus dari Musk telah mengevaluasi untuk menentukan programmer dan manajer teknis mana yang akan masih bekerja untuk Twitter.

PHK adalah bagian dari strategi Musk untuk mengendalikan operasional Twitter. Pasalnya, menurut kajian yang dilakukan Musk, saat ini biaya operasional lebih besar dibandingkan dengan pendapatan perusahaan.

"Saat ini, biaya operasional melebihi pendapatan. Jadi itu bukan situasi yang bagus untuk masuk. Jadi harus ada rasionalisasi jumlah karyawan dan operasional agar pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Jika tidak, Twitter sama sekali tidak layak atau tidak bisa tumbuh," kata Musk.

Setelah karyawan menerima memo yang mengonfirmasi bahwa PHK akan dimulai, banyak yang mulai mencoba memutuskan tautan akun Twitter mereka dari alamat email kantor.

Di platform Slack dan obrolan grup Twitter, karyawan lain mengeluh tentang kurangnya komunikasi internal dari Musk dan pemimpin Twitter lainnya selama seminggu terakhir.

"Saya benar-benar berharap Anda semua baik-baik saja - demi Anda, demi tim Anda, dan demi banyak orang dan komunitas yang dilayani produk ini," tulis seorang data scientist Twitter. [faz]