PHRI sebut hunian kamar hotel di Sumut turun lagi

·Bacaan 1 menit

Hunian kamar hotel berbintang di Sumatera Utara kembali turun karena kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diperketat pemerintah untuk menekan penyebaran COVID-19.

"Hunian hotel tinggal 20-30 persen dari sebelumnya sudah bisa 35 persen ke atas, " ujar Ketua Badan Pengurus Daerah PHRI Sumut, Denny S Wardhana di Medan, Sabtu.

Baca juga: Hunian kamar hotel untuk Lebaran di Medan turun

Penurunan hunian dan diikuti pengurangan kegiatan di hotel dampak PPKM yang semakin diperketat pemerintah untuk menekan penyebaran COVID-19.

Pengetatan PPKM membuat jam operasional kegiatan bisnis/hiburan di hotel semakin terbatas dan itu mengurangi kunjungan tamu hotel.

Baca juga: PHRI sebut pesanan hotel di Berastagi dan Samosir capai 80 persen

Dari sebelumnya diperbolehkan buka hingga pukul 21.00 WIB menjadi hanya pukul 20.00 WIB.

"Manajemen memahami kebijakan pemerintah memperketat pelaksanaan PPKM dan berharap angka COVID-19 bisa turun sehingga semua usaha bisa beroperasi normal, " ujar Denny yang juga Managing Director Garuda Plaza Hotel, Medan.

Baca juga: Inna Parapat di tepi Danau Toba bersiap jadi hotel bintang 4

Dia mengakui, hingga saat ini, manajemen hotel di Sumut masih belum menjual seluruh kamar hotelnya karena masih ada pandemi COVID-19.

Rata-rata hotel di Sumut, katanya, masih mengoperasikan sekitar 50 persen kamarnya.

Oleh karena operasional kamar hotel belum 100 persen, maka manajemen hotel juga belum kembali mempekerjakan seluruh karyawan yang sebelumnya "dirumahkan" sejak April 2020.

Baca juga: Tingkat hunian hotel di Berastagi dan Parapat naik hingga 85 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel