Piaggio, Honda dan Yamaha Bersatu Bikin Proyek Baru

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVAMotor listrik dipercaya akan menjadi kendaraan masa depan, karena tidak menghasilkan polusi sehingga lebih ramah untuk lingkungan.

Sumber energinya berasal dari listrik, yang disimpan di dalam baterai. Agar pengendara tidak perlu menunggu lama untuk mengisi ulang daya, dibuatkan sistem tukar atau battery swap.

Sayangnya, sampai sekarang belum ada standar resmi yang digunakan pabrikan untuk keperluan tersebut. Padahal, ini penting agar baterai bisa dipasang di unit motor dengan merek berbeda.

Standarisasi juga diperlukan, sehingga penyedia stasiun pengecasan tidak perlu menyiapkan banyak model dengan spesifikasi yang berbeda-beda.

Untuk mengatasi hal itu, Piaggio Group mengabarkan bahwa mereka baru saja meneken surat kesepakatan dengan KTM, Honda dan Yamaha, dalam mempersiapkan Konsorsium Battery Swap untuk sepeda motor dan kendaraan listrik ringan.

Konsorsium ini diharapkan bisa mempromosikan perluasan kegunaan kendaraan listrik ringan, serta berkontribusi kepada siklus pengelolaan baterai yang lebih mumpuni.

Adanya standarisasi terhadap battery swap dilihat bisa membantu menghapus kekhawatiran pelanggan terhadap daya jangkau, waktu pengisian serta biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan motor listrik.

Standarisasi spesifikasi baterai yang dapat ditukar ini rencananya akan diberlakukan untuk motor roda dua, roda tiga dan sepeda empat roda.

“Standar internasional untuk sistem battery swap akan membuat teknologi ini lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Piaggio Group Chief of Strategy and Product, Michele Colaninno melalui keterangan resmi, dikutip VIVA Otomotif Rabu 10 Maret 2021.

Rencananya, pembahasan mengenai standarisasi itu akan mulai dilakukan oleh para anggota konsorsium, pada awal Mei mendatang.