Piala AFC Bisa Batal dan Dikategorikan Force Majeure, Bali United Harap-harap Cemas

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Denpasar - Induk federasi sepak bola Asia akhirnya memberikan pernyataan terkait kelanjutan Piala AFC 2021. Dari pernyataan resmi mereka, Piala AFC akan coba dilaksanakan hingga rampung tahun ini.

Tapi untuk zona tertentu seperti Asia Tenggara, AFC perlu memastikan lebih lanjut dalam dua atau tiga hari ke depan terkait lokasi pertandingan. Jika tidak ada kejelasan soal lokasi pertandingan, zona Asia Tenggara tidak akan digelar dengan status force majeure.

Tapi sepertinya pernyataan AFC tersebut sia-sia. Sebab beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia masih berjuang melawan pandemi Covid-19. Seperti Indonesia, kasus persebarannya per hari hampir selalu meningkat.

Pihak Bali United sendiri sampai sekarang belum mendapat informasi apapun terkait rencana pembatalan Piala AFC meskipun pihak AFC sudah memberikan pernyataan resmi dan sudah menetapkan jadwal pertandingan di fase grup zona Asia Tenggara untuk tahun depan yakni pada 24-30 Juni 2022.

Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra yang sudah tiba di Indonesia setelah lawatannya ke Brasil, Senin malam (5/7/2021) mengaku pihaknya belum tahu kabar tersebut. "Saya tidak tahu soal berita ini. Mudah-mudahan berita tidak benar," terang ayah dua anak tersebut.

Baginya Bali United sangat dirugikan pada 2020 setelah Piala AFC dihentikan setelah tiga pertandingan sudah berjalan di fase grup. Belum lagi Liga 1 2020 saat itu dihentikan akibat pandemi. Tahun ini, kasus yang hampir sama bisa terulang kembali.

Sangat Merugi Tahun 2020

Ceres-Negros berhasil memetik kemenanhgan 4-0 atas Bali United pada matchday ketiga Piala AFC 2020, Rabu (11/3/2020) di Stadion Rizal Memorial, Manila. (Ceres-Negros FC/Janb Dayrit)
Ceres-Negros berhasil memetik kemenanhgan 4-0 atas Bali United pada matchday ketiga Piala AFC 2020, Rabu (11/3/2020) di Stadion Rizal Memorial, Manila. (Ceres-Negros FC/Janb Dayrit)

Mantan Pelatih Persija Jakarta dan Pelatih Fisik Persebaya Surabaya itu membandingkan dengan Liga Champions Asia yang justru berjalan seperti biasa. Bukan hanya tahun lalu, tapi tahun ini. Bahkan Thailand bisa menjadi tuan rumah.

"Kami sudah sangat rugi tahun 2020. Masih tiga pertandingan tersisa, tapi harus berhenti di tengah kompetisi. Tapi Liga Champions Asia tetap berjalan seperti biasa. Kami sangat kecewa waktu itu," ungkapnya.

Lebih lanjut Teco mengungkapkan, rencana pembatalan Piala AFC dan dianggap sebagai force majeure serta penundaan Liga 1 2021/2022 yang rencananya kembali digelar pada akhir Agustus, sangat berdampak terhadap kondisi pemain Bali United.

"Ya pasti kurang bagus untuk semua pemain. Semua sudah kerja keras di latihan dan hanya tunggu kompetisi resmi untuk bertanding. Kami harus bersabar dan semoga ada kabar terbaru. Kami juga masih berharap semoga Piala AFC tahun ini masih bisa digelar," tutupnya.

Saksikan Video Pilihan Kami:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel