Piala AFF 2020: Dua Pemain Timnas Indonesia yang Paling Gatal Ingin Kalahkan Thailand

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia saat ini dihuni dua pemain saja yang pernah merasakan kekalahan menyakitkan pada final Piala AFF 2016 dari Thailand, yakni Evan Dimas dan Fachruddin Aryanto.

Evan Dimas tidak tampil membela Timnas Indonesia pada dua leg final Piala AFF 2016. Sementara Fachruddin Aryanto menjadi starter pada dua pertandingan tersebut.

Untuk kali kedua, Fachruddin dan Evan Dimas kembali lolos ke final. Dan pada Piala AFF 2020, tentu mereka ingin membalaskan dendam.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia hampir juara Piala AFF 2016. Pada leg pertama, Stefano Lilipaly dkk. menang 2-1 di Stadion Pakansari, Cibinong.

Apes, pada leg kedua Thailand comeback dan memenangi laga dengan skor 2-0. Asa untuk memberikan gelar Piala AFF pertama buat Timnas Indonesia pun pupus.

Kini, kesempatan itu datang lagi. Timnas Indonesia yang lolos ke final Piala AFF 2020 kembali bersua Thailand. Mampukah Evan Dimas dan Fachruddin Aryanto menuntaskan dendam?

Tuntaskan!

Pertahanan Timnas Indonesia yang digalang bek kanan Asnawi Mangkualam yang kali ini menjabat sebagai kapten tim usai Evan Dimas dicadangkan, mampu membuat Vietnam sebagai juara bertahan frustrasi. (Dok. PSSI)
Pertahanan Timnas Indonesia yang digalang bek kanan Asnawi Mangkualam yang kali ini menjabat sebagai kapten tim usai Evan Dimas dicadangkan, mampu membuat Vietnam sebagai juara bertahan frustrasi. (Dok. PSSI)

Beberapa hari lalu, Evan Dimas yang bertindak sebagai kapten tim meneriakkan kata motivasi "Tuntaskan!" di ruang ganti. Bisa jadi, maksud dari kata tersebut terkait dengan misi balas dendam sang gelandang.

Memang betul bahwa Evan Dimas tidak dimainkan pada dua partai final Piala AFF 2016. Ia hanya duduk di bangku cadangan, di mana posisi gelandang sentral saat itu dihuni oleh Bayu Pradana dan Lilipaly.

Sementara Fachruddin selalu dimainkan sebagai starter. Ia berduet dengan Hansamu Yama.

Piala AFF juga jadi momen spesial buat bek Madura United itu. Ia tampil pada lima edisi berbeda, yakni pada 2012, 2014, 2016, 2018, dan 2020.

Usianya kini sudah 32 tahun, pemain kedua paling uzur setelah Victor Igbonefo. Maka bisa jadi, Piala AFF 2020 adalah kans terakhir jika ia memutuskan pensiun membela Timnas Indonesia.

Tepat akhir tahun depan, masih ada Piala AFF. Apakah ia harus menunggu lagi untuk memberikan gelar perdana buat Timnas Indonesia? Atau, rasa penasaran itu tuntas pada edisi kali ini?

Duel Perdana Messi ASEAN, Egy Maulana Vikri Vs Chanathip Songkrasin

Egy Maulana Vikri merayakan selebrasi, Timnas Indonesia Vs Singapura 4-2 pada semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Minggu (25/12/2021). Indonesia lolos ke final. (AP/Suhaimi Abdullah)
Egy Maulana Vikri merayakan selebrasi, Timnas Indonesia Vs Singapura 4-2 pada semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Minggu (25/12/2021). Indonesia lolos ke final. (AP/Suhaimi Abdullah)

Babak final Piala AFF 2020 akan mempertemukan dua duplikat Lionel Messi di Asia Tenggara (ASEAN). Egy Maulana Vikri dari Timnas Indonesia bakal beradu skill dengan Chanathip Songkransin dari Thailand.

Di ASEAN, tiga pemain tenar dengan sebutan Messi di negaranya masing-masing. Selain Egy dan Chanathip, masih ada Nguyen Quang Hai, gelandang serang Vietnam.

Namun, laju Nguyen Quang Hai di Piala AFF berhasil dihentikan oleh Messi Thailand alias Chanathip setelah Thailand menang 2-0 atas Vietnam secara agregat di babak semifinal.

Messi Timnas Indonesia akan berduel dengan Messi Thailand dalam partai puncak Piala AFF pada Rabu (29/12/2021) malam WIB dan 1 Januari 2022 di National Stadium, Kallang.

Atribut "Lionel Messinya negara ini" biasanya melekat kepada pemain yang punya karakteristik mirip kapten Argentina itu. Umumnya si pesepak bola berposisi identik, berbadan kecil, lincah, dan mampu mengubah jalannya pertandingan.

Egy punya peran yang sama dengan Messi muda yang bermain di pos penyerang sayap kanan, sementara Chanathip menjelma sebagai penyerang lubang berbahaya selayaknya posisi Messi saat ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel