Piala AFF Bukan Agenda FIFA, 5 Pemain Ini Terancam Tak Bisa Bela Timnas Indonesia

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Keberadaan pemain Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri bak pisau bermata dua. Jelang Piala AFF 2020, beberapa penggawa bisa tidak terangkut karena persoalan hak dan kewajiban.

Perlu diketahui, Piala AFF tidak masuk agenda atau kalender FIFA. Sehingga pada akhir tahun nanti, klub pemilik berhak untuk tidak melepas pemainnya bergabung, yang dalam konteks ini adalah pemain Timnas Indonesia.

Menariknya, FIFA tetap menggolongkan Piala AFF ke dalam turnamen internasional kategori A, sehingga performa negara peserta akan masuk perhitungan koefisien, yang akhirnya memengaruhi ranking FIFA.

"Baru-baru ini kami sudah mendapatkan pengesahan dari AFC bila Piala AFF sekarang masuk dalam penghitungan poin FIFA," ujar Datuk Seri Azzuddin Ahmad, Sekjen AFF, dinukil dari ESPN Asia, 2016 silam.

Yang jadi persoalan adalah, karena Piala AFF digelar di luar kalender FIFA, klub tidak berkewajiban untuk melepas para pemainnya ke tim nasional. Sebab biasanya, liga tetap berjalan meski Piala AFF sedang berlangsung.

Untuk pemain yang berkarier di dalam negeri, operator liga mungkin bisa luwes untuk mengatur jadwal kompetisi lokal. Namun bagaimana jika klub luar negeri seperti Eropa atau Asia?

Terkait keikutsertaan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, ada sejumlah pemain yang terancam tidak diizinkan oleh klubnya di luar negeri untuk bergabung ke skuad besutan Shin Tae-yong tersebut. Siapa saja mereka?

vidio:Half Time Show: Masa Depan Cerah Timnas Indonesia Bersama Shin Tae-yong dan Polemik VAR di BRI Liga 1

Eropa

Timnas Indonesia - Elkan Baggott (Bola.com/Adreanus Titus/Foto:PSSI)
Timnas Indonesia - Elkan Baggott (Bola.com/Adreanus Titus/Foto:PSSI)

Beberapa pemain andalan Timnas Indonesia berkarier di Eropa. Sedikitnya ada tiga yang dikhawatirkan bisa bergabung, yakni Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Elkan Baggott.

Teruntuk Witan yang diketahui masih membela Lechia Gdansk II atau development team, kans untuk diberikan lampu hijau bergabung dengan Timnas Indonesia di luar kalender FIFA cukup besar.

Sementara Egy yang kini berseragam FK Senica agak mengkhawatirkan. Pemain asal Medan ini terbilang sering membela tim senior dan kerap diandalkan di sejumlah pertandingan genting.

FK Senica belum tentu bersedia melepasnya bergabung ke persiapan Piala AFF. Apalagi mengingat Egy telat bergabung ke persiapan Timnas Indonesia jelang duel kontra Chinese Taipei beberapa waktu lalu karena pihak klub masih memiliki satu jadwal penting di liga, menunjukkan betapa eks Diklat Ragunan itu sangat diandalkan timnya.

Elkan Baggott, di sisi lain, dalam kondisi mirip dengan Witan, yakni ia masih tergabung di tim kategori usia, Ipswich Town U-23. Hanya saja, manajemen klub sangat ketat perihal izin.

Ini terbukti ketika Elkan urung bergabung dengan pemusatan latihan Timnas Indonesia di Dubai karena wilayah tersebut masuk zona merah oleh Pemerintah Inggris. Ipswich terpaksa tidak mengizinkan Elkan bergabung.

Selain itu, Piala AFF bisa berlangsung hampir satu bulan. Sementara pada awal tahun 2022, Liga Inggris memasuki periode sibuk (festive period), sehingga kans Ipswich memberikan izin kepada Elkan cukup kecil.

Asia

TImnas Indonesia - Witan Sulaeman 2 (Bola.com/Adreanus Titus)
TImnas Indonesia - Witan Sulaeman 2 (Bola.com/Adreanus Titus)

Beralih ke Asia, ada dua nama yang jadi langganan Timnas Indonesia, namun terancam tak bisa bergabung ke skuad Garuda pada ajang Piala AFF 2020, yakni Asnawi Mangkualam dan Syahrian Abimanyu.

Untuk Asnawi, ada kabar bagus. K-League 2 atau kompetisi antarklub sepak bola kasta kedua di Korea Selatan sudah selesai pada 31 Oktober 2021 kemarin, sehingga kans Ansan Greeners untuk melepas anak asuhnya ke Timnas Indonesia seharusnya aman.

Hanya saja, Ansan Greeners sudah akan memulai pramusim jelang K-League 2 2022 per Desember 2021. Karena musim baru akan dimulai sekitar Februari 2022, manajemen tim bakal berjudi; apakah membiarkan Asnawi tergabung di Timnas Indonesia, atau menahannya untuk mengikuti kegiatan pramusim klub.

Pun demikian dengan Syahrian yang bermain di Liga Malaysia bersama Johor Darul Ta'zim (JDT). Seperti diketahui, kompetisi liga sudah selesai bahkan pada September silam.

JDT sebagai rajanya Liga Malaysia tentu bakal menyiapkan tim sebaik mungkin jelang bergulirnya musim baru pada Maret 2022. Akankah JDT akan membiarkan Syahrian 'menjaga kebugaran' bersama Timnas Indonesia? Atau menahan kepergiannya agar bisa mengikuti pramusim?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel