Piala AFF U-19 2022: Shin Tae-yong Sempat Tidak Yakin Vietnam dan Thailand Bakal Main Mata dan Merugikan Timnas Indonesia U-19

Bola.com, Bekasi - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyebut pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, sempat meyakini Vietnam dan Thailand bakal bermain sportif mengincar kemenangan pada laga pamungkas Grup A Piala AFF U-19 2022.

Namun, ternyata keduanya terlihat sengaja main mata demi lolos bersama ke semifinal.

Keyakinan itu diungkapkan Shin Tae-yong saat melakukan meeting jelang pertandingan Timnas Indonesia U-19 melawan Myanmar. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengaku sempat memprediksi kemungkinan main mata terjadi dalam laga Vietnam melawan Thailand.

"Saya ingat, masuk ruangan meeting tadi pukul 16.45. Saya tanya beliau (Shin Tae Yong), bagaimana kans kita lawan Myanmar, dia jawab oke," kenang Mochamad Iriawan.

"Saya kemudian curiga, kalau skornya 1-1 bagaimana? Shin katakan, Vietnam dan Thailand tidak mungkin seperti itu. Ya kaget juga," ucap Iriawan.

Kecurigaan Mochamad Iriawan akhirnya terbukti. Laga Vietnam melawan Thailand berakhir imbang sehingga menyingkirkan Timnas Indonesia U-19 melalui aturan head to head di Piala AFF U-19 2022.

Sangat Kecewa

Pemain Timnas Indonesia U-19, Zanadin Fariz, tak kuasa menahan tangis usai laga melawan Myanmar U-19 pada pertandingan babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2022 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (10/7/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Timnas Indonesia U-19, Zanadin Fariz, tak kuasa menahan tangis usai laga melawan Myanmar U-19 pada pertandingan babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2022 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (10/7/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, juga mencium adanya tindakan tidak sportif yang dilakukan Vietnam dan Thailand. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu kecewa melihat tindakan kedua tim elite Asia Tenggara itu.

"Saya tidak bisa menilai laga Vietnam melawan Thailand. Silakan Anda menilai, akan tetapi dari 30 sampai 40menit pertama kelihatan," kata Mochamad Iriawan.

"Termasuk pada menit ke-70 bola hanya diputar-putar. Saya tidak bisa bicara apa-apa. Saya kecewa. Harusnya mereka bermain fairplay," ucap Iriawan.

Tetap Bangga

Sejumlah pemain Timnas Indonesia U-19 memberikan rasa hormat kepada puluhan ribu suporter yang hadir di Stadion Patriot dari awal hingg akhir babak penyisihan Piala AFF U-19. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Sejumlah pemain Timnas Indonesia U-19 memberikan rasa hormat kepada puluhan ribu suporter yang hadir di Stadion Patriot dari awal hingg akhir babak penyisihan Piala AFF U-19. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mochamad Iriawan juga mengucapkan terima kasih kepada para pemain Timnas Indonesia U-19. Menurut Iriawan, pasukan Shin Tae-yong telah melakukan yang terbaik sepanjang turnamen.

"Terima kasih Coach Shin dan anak-anak juga. Tentu semua kecewa dengan hasil ini, termasuk saya. Kami semua minta maaf karena ini hasil terbaik yang didapat anak-anak. Aturannya ya memang bikin kitatidak lolos," ujar Shin Tae-yong.

Ini menjadi edisi pertama dalam lima tahun terakhir Timnas U-19 gagal menembus semifinal Piala AFF U-19 2022. Terakhir kali Timnas U-19 gagal ke semifinal terjadi pada edisi 2016.

Tuntut Investigasi

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Cahya Supriadi yang baru kebobolan dua gol sepanjang babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19 pun tak luput dari rasa kecewa dan sedih. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Penjaga gawang Timnas Indonesia, Cahya Supriadi yang baru kebobolan dua gol sepanjang babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19 pun tak luput dari rasa kecewa dan sedih. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sementara itu, manajer Timnas Indonesia U-19, Endri Erawan, menyayangkan tindakan main mata yang dilakukan Vietnam dan Thailand. Endri menilai, seharusnya kedua tim tetap ngotot mengincar kemenangan pada waktu yang tersisa.

"Saya yakin Indonesia yang terbaik, harusnya di posisi 1. Cuma karena regulasi, Indonesia jadi tersisih. Saya tidak melihat pertandingan itu secara langsung, akan tetapi saya dengan kabar dua tim itu tidak saling serang pada laga tersebut," ucap Endri Erawan.

"Saya berharap investigasi dari AFF untuk laga tersebut. Kalau menurut AFF itu fairplay, silakan lanjut. Kalau tidak fairplay, perlu ada pertimbangan untuk mendiskualifikasi kedua tim tersebut," tegas Endri Erawan.

Regulasi Jadul

Salah satu pemain andalan Timnas Indonesia U-19 yang sempat dilanda cedera, Marselino Ferdinan tertunduk lesu usai pertandingan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Salah satu pemain andalan Timnas Indonesia U-19 yang sempat dilanda cedera, Marselino Ferdinan tertunduk lesu usai pertandingan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, juga murka dengan kegagalan anak asuhnya ke semifinal Piala AFF U-19 2022. Shin Tae-yong menyangkan adanya regulasi head to head yang masih diterapkan oleh turnamen tersebut.

"Memang head to head seperti situasi skarang ini sudah hilang di regulasi FIFA atau AFC. Akan tetapi, sedikit aneh memang regulasi ini masih ada di AFF," kata Shin Tae-yong.

"Kami tidak lolos ini tidak masuk akan dan memang harusnya dari lawan dan pesaing kami juga melakukan laga dengan fairplay. Akan tetapi nyatanya tidak seperti itu," ucap Shin Tae-yong.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel