Piala Asia Basket 2021 Berlangsung di Tengah Pandemi, Perbasi Koordinasi dengan Kemenkes

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Asia Basket 2021 dan Piala Dunia Basket 2023. Pelaksanaan Piala Asia Basket 2021 kemungkinan akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19. PP Perbasi pun berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

Untuk mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Piala Asia Bakset 2021 dan Piala Dunia Basket 2023, Perbasi pada Selasa sore (9/3/2021) berkunjung ke Kementrian Kesehatan. Hadir mewakili Perbasi ada Ketum Danny Kosasih, Waketum Francis Wanandi, Sekjend Nirmala Dewi, Manajer Timnas Maulana Fareza Tamrella, serta pebasket Rony Gunawan dan Derrick Michael. Mereka menemui Menkes Budi Gunadi Sadikin.

"Kami berkunjung ke Kemenkes terkait rencana penyelenggaraan FIBA Asia Cup 2021 dan FIBA World Cup 2023. Penyelenggaraan kedua kejuaraan internasional itu kan digelar di tengah pandemi Covid-19 jadi kami perlu berkoordinasi dengan Kemenkes," ungkap Sekjen Perbasi Nirmala Dewi dalam keterangan tertulis kepada awak media.

Dalam pertemuan tersebut, Perbasi membahas terkait bagaimana penerapan protokol kesehatan selama kejuaraan. Kemudian bagaimana dengan tes PCR untuk semua yang terlibat. Selanjutnya bagaimana dengan model karantina bagi para partisipan yang datang ke Indonesia.

"Seperti ini kan perlu dikomunikasikan teknisnya seperti apa. Apakah boleh karantina di hotel tempat mereka menginap, atau harus di siapkan satu tempat khusus," ucap sekjen wanita pertama di PP Perbasi ini.

Dua Ajang Besar

Piala Asia Basket 2021 akan diikuti 16 negara Asia/Oceania. Mereka nanti akan dibagi menjadi empat grup. Peringkat teratas masing-masing grup melaju ke perempat final. Pelaksanaan pada 16-28 Agustus nanti.

Sedangkan Piala Dunia Basket 2023 bakal diikuti 32 negara pada 25 Agustus hingga 10 September 2023. Indonesia jadi tuan rumah bersama Jepang dan Filipina.

Ketum PP Perbasi Danny Kosasih berharap, terkait karantina atlet yang datang dari luar negeri nanti bisa ditempatkan dalam satu hotel. Semua peserta langsung dimasukkan ke dalam hotel tersebut begitu tiba di Indonesia. Hotel ini nantinya tidak boleh diakses oleh siapapun kecuali panitia penyelenggara.

Protokol Kesehatan

Kemudian terkait sektor kesehatan, diharapkan ada solusi bagaimana mengecek kondisi peserta. Bagaimana protokol kesehatan diterapkan. Menteri Kesehatan dalam pertemuan tersebut sudah memberikan lampu hijau. Artinya, pihaknya siap membantu pelaksanaan kedua kejuaraan internasional itu di masa pandemi. Termasuk di dalamnya bagaimana PCR dilakukan dan protokol kesehatan ditegakkan.

"Jika kolaborasi ini berjalan, akan sangat membantu pelaksanaan FIBA Asia Cup nanti. Dengan begitu, kita bisa fokus untuk menyiapkan hal-hal yang bersifat teknis," ucap Danny.

Saksikan Video Menarik Ini