Piala Dunia 1994 dan 2 Sosok Pelatih yang Menjadi Inspirasi Stefano Teco

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pelatih Bali United, Stefano Teco boleh dibilang sebagai satu di antara juru taktik terbaik di BRI Liga 1 2021/2022. Prestasi yang sudah ia torehkan selama berkiprah, menjadi bukti kehebatan pelatih berkebangsaan Brasil tersebut.

Tercatat sudah tiga tim yang ia tangani. Di Persebaya Surabaya sebagai pelatih fisik, berlanjut di Persija Jakarta sebagai pelatih kepala, dan kini menjadi arsitek Bali United. Gelar juara Liga 1 masing-masing ia persembahkan untuk Persija dan Bali United.

Sebelum berkarier di Indonesia, Teco juga pernah membesut beberapa tim negara Thailand. Seperti Chiangrai United, Phuket, Osotspa Samut Prakan, dan Royal The Navy. Namun dua gelar Liga 1 secara beruntun, membuktikan Teco sebagai pelatih terbaik saat ini.

Berbicara inspirasi, Teco ternyata memiliki figur yang membuatnya fokus berkarier di dunia kepelatihan. Ia menyebut terdapat dua tokoh pelatih asal tanah kelahirannya Brasil yang membuatnya terinspirasi.

Pertama adalah Gildo Rodrigues yang tidak lain adalah ayah Teco. Sejak kecil ia sudah diperkenalkan dengan sepak bola hingga dari sisi kepelatihan. Teco mengaku ayahnya adalah sosok yang profesional sebagai seorang pelatih baik sejak di akademi, klub, hingga kelompok usia di Timnas.

"Dari umur 4-5 tahun sudah melihatnya melatih, masuk usia 15 sampai 17 tahun masih ikut ayah saya. Dia contoh tepat untuk saya, dan satu rumah. Sampai saya menjadi pemain, pelatih fisik, dan sekarang jadi pelatih tim profesional berkat ayah," terang Stefano Cugurra dalam kanal YouTube Pikal Wolfgang, Rabu (25/8/2021).

"Ayah saya pernah melatih klub di Liga Brasil dan juga level Timnas, jadi soal CV sudah lengkap. Ayah saya sudah meninggal tapi pasti senang melihat saya sekarang," kata Stefano Teco.

Piala Dunia 1994

Carlos Alberto Parreira (EVARISTO SA / AFP)
Carlos Alberto Parreira (EVARISTO SA / AFP)

Nama lain pelatih yang menjadi inspirasi Teco adalah Carlos Alberto Parreira yang merupakan nahkoda Brasil di Piala Dunia 1994. Tim Samba mengangkat trofi keempatnya dengan mengandaskan Italia pada partai final lewat drama adu penalti.

Di bawah tangan dingin Carlos Alberto Parreira, Brasil punya generasi emas dalam skuadnya. Claudio Taffarel, Carlos Dunga, Romario Faria, Bebeto, adalah nama-nama pilarnya ketika itu.

"Ketika Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, saya sangat muda ketika itu. Menjadi juara Piala Dunia, strikernya ada Bebeto- Romario. Luar biasa Brasil saat itu," kenang Teco.

Back to Back Juara Liga 1

Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco, diangkat pemain saat selebrasi juara Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Minggu (09/12). Persija Jakarta menang 2-1 atas Mitra Kukar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco, diangkat pemain saat selebrasi juara Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Minggu (09/12). Persija Jakarta menang 2-1 atas Mitra Kukar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Teco berhasil membawa Bali United menjadi tim terbaik di Liga 1 2019.

Dengan keberhasilan tersebut, Stefano Cugurra Teco menjadi pelatih yang sukses meraih back to back juara, di mana pada musim lalu pelatih asal Brasil itu sukses membawa Persija Jakarta menjadi juara Liga 1 2018. Teco seakan memiliki keberuntungan yang berpihak kepadanya dalam dua musim terakhirnya.

Meraih dua gelar juara liga dalam tiga tahun terakhir, di mana Teco pertama kali bergabung bersama Persija pada 2017, tentu menjadi sebuah prestasi yang luar biasa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel