Piala Eropa 2020: Tempat Nongkrong Asyik di 12 Kota Penyelenggara Euro 2020 (Euro 2021)

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Setelah tertunda selama setahun karena pandemi, perhelatan Piala Eropa 2020 akhirnya akan bergulir pada 11 Juni hingga 11 Juli 2021. Buat pembaca setia Bola.com yang kebetulan berkesempatan untuk menyaksikan langsung, bisa menyimak destinasi nongkrong pada kota-kota tersebut.

Tercatat 24 tim bakal berjibaku dan terbagi menjadi enam grup dalam Piala Eropa 2020. Grup F yang layak disebut sebagai grup neraka, karena dua tim yang pernah merasakan juara Piala Dunia Prancis dan Jerman ada di grup ini.

Belum lagi Portugal yang memiliki Cristiano Ronaldo dan Hungaria sebagai kuda hitam. Persaingan menarik juga tersaji pada Grup D. Inggris harus bertemu Kroasia yang notabene semifinalis Piala Dunia 2018. Selain Krosia, dua lawan di Grup D juga pantang dianggap remeh yaitu Skotlandia dan Rep Ceska.

UEFA memberikan informasi terbaru terkait prediksi kapasitas penonton di stadion-stadion untuk perhelatan Piala Eropa 2020. Sebanyak delapan dari 12 stadion yang digunakan untuk Euro 2020 dipastikan terbuka untuk penonton meskipun tidak penuh.

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, hampir sebagian besar stadion dipastikan memangkas kapasitas penonton. Namun, belum ada keputusan berapa orang fans yang diizinkan datang ke masing-masing stadion.

Terlepas dari hal tersebut, 12 kota telah siap menjadi tuan rumah Piala Eropa 2020. Berikut ini daftarnya:

  • Roma (Stadion Olimpico) - Italia

  • Baku (Stadion Olimpic Baku) - Azerbaijan

  • St. Petersburg (Stadion Saint Petersburg) - Rusia

  • Copenhagen (Stadion Parken) - Denmark

  • Amsterdam (Johan Cruijff Arena) - Belanda

  • Bucharest (National Arena Bucharest) - Rumania

  • London (Stadion Wembley) - Inggris

  • Glasgow (Hampden Park) - Skotlandia

  • Bilbao (Stadion San Mames) - Spanyol

  • Dublin (Dublin Arena) - Irlandia

  • Munich (Football Arena Munich) - Jerman

  • Budapest (Puskas Arena) - Hungaria

Tentunya setiap kota penyelenggara Piala Eropa 2020 memiliki banyak tempat yang bisa dieksplorasi, yang asyik buat nongkrong. Berikut ini ulasannya:

Menikmati Senja di Piazza, Menyusuri Keindahan Old Town, dan Bertualang di Petrogradskaya

Sejumlah polisi berpatroli di kawasan Alun-Alun Piazza, Spagna, Roma, Italia, 24 Desember 2020. Di Italia, regulasi yang berlaku selama Natal dan Tahun Baru melarang perjalanan nonesensial sejauh 30 km lebih dari rumah atau antarwilayah. (Xinhua/Cheng Tingting)
Sejumlah polisi berpatroli di kawasan Alun-Alun Piazza, Spagna, Roma, Italia, 24 Desember 2020. Di Italia, regulasi yang berlaku selama Natal dan Tahun Baru melarang perjalanan nonesensial sejauh 30 km lebih dari rumah atau antarwilayah. (Xinhua/Cheng Tingting)

Jalan-jalan ke Roma merupakan satu di antara destinasi paling didambakan oleh traveler. Kalau Anda berkesempatan menyaksikan Piala Eropa 2020 di sini, maka satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Piazza.

Piazza diartikan sebagai alun-alun, dan yang paling terkenal adalah Piazza Navona. Di sini, jika tidak ada pandemi virus corona, merupakan tempat favorit warga Italia maupun wisatawan asing untuk menikmati senja.

Banyak tempat asyik untuk dijelajahi. Kalau Anda tipe orang yang aktif menyusuri tiap jengkal area, Piazza akan memanjakan Anda dengan bangunan-bangunan arsitektur khas Eropa.

Berikutnya adalah Baku, Ibu Kota Azerbaijan. Kota ini sangat unik karena dianggap sebagai perpaduan antara Eropa dan Asia. Di Baku, ada kawasan Old Town atau kota tua, di mana terdapat istana Shirvanshah dan Menara Maiden.

Old Town di Baku ini masuk situs warisan UNESCO, lho! Sebab banyak bangunan-bangunan bersejarah sehingga tidak boleh dilewatkan saat Anda jalan-jalan sore di tempat ini.

Beralih ke Rusia, tepatnya di Kota Saint Petersburg, ada satu wilayah bernama Petrogradskaya. Wilayah ini dulunya merupakan pusat pemerintahan Rusia sebelum dipindah ke Moskow.

Tidak heran, selain banyak bangunan bersejarah yang sebagian dialihfungsikan sebagai museum, Petrogradskaya sangat cocok buat Anda yang butuh ketenangan di tengah dinginnya iklim di Rusia.

Nongki-nongki di Copenhagen, Amsterdam, dan Bucharest

Gambar tengkorak direkatkan ke lampu lalu lintas di Dam Square yang hampir kosong dengan latar belakang Istana Kerajaan di Amsterdam, Selasa (15/12/2020). Pemerintah Belanda melakukan lockdown paling ketat selama lima pekan mulai dari Selasa (15/12) hingga 19 Januari 2021. (AP Photo/Peter Dejong)
Gambar tengkorak direkatkan ke lampu lalu lintas di Dam Square yang hampir kosong dengan latar belakang Istana Kerajaan di Amsterdam, Selasa (15/12/2020). Pemerintah Belanda melakukan lockdown paling ketat selama lima pekan mulai dari Selasa (15/12) hingga 19 Januari 2021. (AP Photo/Peter Dejong)

Mencari kenikmatan kehidupan malam paling tepat di Amsterdam dan Copenhagen. Di dua kota ini, tak terhitung lagi berapa banyak pub atau cafe yang, jika bukan karena Covid-19, pasti ramai tiap malam.

Dam Square di Amsterdam merupakan destinasi wisata favorit, baik buat wisatawan asing maupun domestik. Segala macam bentuk hiburan tersaji di sini.

Sama seperti Amsterdam, Copenhagen juga ada wilayah bernama Strøget yang cocok buat Anda yang ingin menjauhi kerumunan turis. Selain banyak cafe, area itu sangat pas buat Anda yang ingin berbaur dengan warga lokal, namun relatif aman jika ingin berbahasa Inggris.

Berpindah ke Bucharest, dijamin Anda bakal linglung karena di tengah 'iklim ortodoks', kehidupan malam di sini sangatlah kontras. Pas sekali buat Anda yang tetap ingin bersenang-senang melewatkan malam dingin dengan suasana hangat.

Bucharest bisa dinikmati dari pagi, siang, maupun malam. Saat pagi Anda bisa bersantai di taman-taman yang rapi, sore menyusuri kota tua, dan malamnya Anda harus ke Lipscani, sebuah tempat asyik buat nongkrong hingga larut.

Menyusuri Sungai? Kenapa Tidak?

London Eye di tepi Sungai Thames diterangi dengan lampu biru untuk berterima kasih kepada National Health Service (NHS) di London, Kamis (7/1/2021). NHS merupakan sistem layanan kesehatan nasional yang menjadi ujung tombak Inggris dalam memerangi pandemi Covid-19. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)
London Eye di tepi Sungai Thames diterangi dengan lampu biru untuk berterima kasih kepada National Health Service (NHS) di London, Kamis (7/1/2021). NHS merupakan sistem layanan kesehatan nasional yang menjadi ujung tombak Inggris dalam memerangi pandemi Covid-19. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Bilbao, London, dan Glasgow memiliki sungai indah yang tak boleh dilewatkan. Kalau Anda tidak suka nongkrong di cafe atau museum, menyusuri sungai bisa jadi pilihan terbaik.

Sungai Nervion di Bilbao adalah satu tempat yang sayang untuk di-skip. Menariknya, terdapat kurang lebih satu juta orang yang bermukim di sungai tersebut. Bahkan terdapat pula pusat bisnis dan pertambangan.

Sementara di London, ada sungai yang sudah terkenal seantero dunia, yakni Thames. London Eye di tepian sungai Thames adalah satu hotspot yang wajib dikunjungi.

Bergerak ke utara jauh, tepatnya di Glasgow, ada Sungai Clyde. Berlokasi di perkotaan, Sungai Clyde mirip dengan Sungai Thames, sehingga banyak ditemukan galangan kapal. Kendati begitu, tempat ini juga enak, kok, buat sekadar nongkrong sebelum atau sesudah menyaksikan Piala Eropa 2020.

Sumber: Berbagai sumber

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: