Piala Menpora 2021: Awas Djanur, 3 Pemain Persija Ini Bisa Bikin Barito Putera Keteteran

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Kurang gereget pada awal Piala Menpora 2021, Persija Jakarta perlahan menemukan pakem terbaiknya. Level permainan mereka kini bakal diuji pada perempat final menghadapi runner-up Grup A, Barito Putera, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang nanti (10/4/2021).

Persija Jakarta sedang dalam tren positif di Piala Menpora 2021. Dua kemenangan beruntun diraih tim berjulukan Macan Kemayoran itu di fase grup, yakni saat membungkam Borneo FC Samarinda 4-0 dan Bhayangkara Solo FC 2-1.

Barito Putera sebagai penantang Persija berikutnya bukan lawan sepele. Tim asal Banjarmasin itu punya karakter main ngotot, sama seperti kebanyakan tim underdog yang mengandalkan fighting spirit dan kecepatan.

Persija sempat keteteran melawan tim dengan karakter seperti itu. Yakni di laga pembuka Grup B lawan PSM Makassar. Waktu itu, Marko Simic dkk. menyerah 0-2.

Menyambut perempat final, Persija sebenarnya punya masalah. Mereka tak bisa turun dengan komposisi terbaik, di mana dua pemain belakang, Otavio Dutra dan Novri Setiawan absen lantaran hukuman kartu.

Sang pelatih, Sudirman, sudah punya penggantinya, yakni Maman Abdurrahman dan Rezaldi Hehanusa. Setelah menambal lini belakang, senjata untuk memenangi duel ini juga disiapkan.

Bola.com merangkum ada 3 pemain Persija yang bisa membuat Barito Putera keteteran. Siapa saja mereka?

Marc Klok

Gelandang Persija Jakarta, Marc Klok (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua timnya ke gawang Bhayangkara Solo FC dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). Persija menang 2-1 atas Bhay
Gelandang Persija Jakarta, Marc Klok (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua timnya ke gawang Bhayangkara Solo FC dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). Persija menang 2-1 atas Bhay

Gelandang naturalisasi ini jadi ruh Persija. Perannya tak sekedar membagi bola. Tapi juga memutus serangan lawan. Klok mau berduel demi mencuri bola dari kaki lawan.

Pemain kelahiran Belanda 27 tahun silam ini bisa mengancam pertahanan Barito Putera. Klok jadi penentu langkah Persija ke delapan besar Piala Menpora. Golnya di laga terakhir Grup B lawan Bhayangkara Solo FC membuat Persija menang 2-1 dan lolos sebagai pimpinan klasemen.

Tak hanya itu, Klok jadi eksekutor jitu bola mati Persija. Sudah banyak gawang lawan yang kebobolan dengan umpan tendangan bebas atau sudut dari Klok. Skema set piece ini jadi salah satu andalan Persija memecah kebuntuan.

Di luar teknis, Klok bisa jadi pembakar semangat rekan-rekannya. Dia mengaku memberi motivasi hingga di ruang ganti agar pemain Persija bisa berjuang ekstra. Meski bukan kapten tim, dia merasa memberi semangat adalah tugas antar pemain. Apalagi sekarang sudah memasuki perempatfinal. Artinya, hanya kemenangan yang membuat Macan Kamayoran memegang tiket semifinal.

Klok menyebut setiap laga ibarat final. Sehingga dia dan rekan-rekannya habis-habisan dalam laga nanti.

Riko Simanjuntak

Ada pemandangan tak biasa saat Persija Jakarta berhadapan dengan Bhayangkara FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada lanjutan Piala Menpora 2021, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Ada pemandangan tak biasa saat Persija Jakarta berhadapan dengan Bhayangkara FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada lanjutan Piala Menpora 2021, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tak bisa dipungkiri jika Riko jadi pemain Persija yang paling merepotkan lini belakang lawan. Kecepatannya seperti tak terkejar lawan. Butuh ketenangan menghadapi pemain berdarah Batak ini.

Di perempat final, Riko jadi ujian lini belakang Barito Putera. Dia sering mengajak adu lari pemain belakang lawan di sektor sayap sebelum melepaskan umpan ke dalam kotak penalti. Karena dia salah satu pelayan utama targetman Persija, Marko Simic.

Jika melihat di fase penyisihan grup, peran Riko sebenarnya belum banyak terlihat. Dia sempat jadi pemain cadangan. Maklum, kondisinya belum 100 persen karena Riko baru gabung latihan Persija sepekan sebelum Piala Menpora digelar.

Tapi, kondisinya di perempat final tentu lebih baik. Babak penyisihan grup jadi salah satu latihan fisik baginya. Diprediksi, Riko bisa berbuat lebih banyak saat lawan Barito Putera.

Marko Simic

Riko Simanjuntak dan Marko Simic. (Bola.com/Dody Iryawan)
Riko Simanjuntak dan Marko Simic. (Bola.com/Dody Iryawan)

Ketajaman bomber Kroasia ini sebenarnya belum kembali di Piala Manpora 2021. Simic baru menyarangkan satu gol di fase grup ketika Persija berpesta gol dari Borneo FC. Selebihnya, dia lebih banyak dikunci pemain belakang lawan. Maklum, pergerakan Simic selalu jadi pusat perhatian lini belakang lawan sehingga dia masih minim gol.

Penyerang kekar ini masih kesulitan lepas dari kawalan pemain belakang lawan karena kondisinya belum 100 persen. Mengingat dia salah satu pemain yang terlambat gabung latihan.

Tapi tim pelatih Persija melihat fisik Simic terus membaik sehingga dia masih jadi ancaman bagi Barito Putera. Kebetulan pelatih lawan, Djadjang Nurdjaman menganggap dua sayap Persija Osvaldo Haay dan Riko Simanjuntak yang lebih berbahaya di lini depan Persija.

Artinya, konsentrasi bek Barito Putera lebih terpaku untuk dua pemain sayap itu. Kesempatan bagi Simic pastinya saat pengawalan kepadanya lebih longgar.

Ketika dapat kesempatan, pasti Simic ingin menjaga kredibilitasnya sebagai striker tajam. Sehingga dia bisa bersaing lagi dalam perburuan top skorer di Piala Menpora 2021 karena dia sudah membangun reputasi itu sejak gabung dengan Persija di musim 2018 silam. Buktinya, top scorer Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2019 sudah dikoleksinya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: