Piala Menpora 2021 : Dibekuk Persiraja Banda Aceh, Jadi Pelajaran Berharga bagi Persita

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Sleman - Persita Tangerang harus mengakui ketangguhan Persiraja Banda Aceh. Pendekar Cisadane dibekuk Lantak Laju Laskar Rencong 1-3 pada laga pembuka Grup D Piala Menpora 2021. Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro tak habis pikir bagaimana anak asuhnya dapat dengan mudah diporak-porandakan oleh Persiraja Banda Aceh.

"Selamat kepada Persiraja telah memenangkan pertandingan. Ada beberapa peluang yang tak bisa dikonversi menjadi gol yang akan menjadi bahan evaluasi kami," kata Widodo usai pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (24/3/2021).

Diakui Widodo, ia banyak menurunkan pemain muda yang minim jam terbang. Kendat begitu, mereka menunjukkan permainan yang cukup baik. Di sisi lain, Widodo menilai Persiraja Banda Aceh memainkan taktik bertahan yang membuat anak asuhnya cukup kesulitan menembus lini pertahanan lawan.

"Ada beberapa pemain muda yang kami turunkan. Mereka memainkan pertandingan defense yang mmbuat kami kesulitan. Tentu nanti kami evaluasi dari kesalahan kita. Akan ada rotasi di pertandingan berikutnya," ujar Widodo Cahyono Putro.

Kurang Fokus

Pemain Persiraja Banda Aceh berusaha menghentikan pergerakan pemain Persita Tangerang Rifky Dwi Septiawan dalam pertandingan babak penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (24/3/2021). Persiraja menang 3-1. (Bola.com/Arief Bagus)
Pemain Persiraja Banda Aceh berusaha menghentikan pergerakan pemain Persita Tangerang Rifky Dwi Septiawan dalam pertandingan babak penyisihan Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (24/3/2021). Persiraja menang 3-1. (Bola.com/Arief Bagus)

Widodo mengaku telah mengemukakan sejak akan berangkat ke Sleman kepada anak asuhnya bahwa semua pemain harus siap bermain dan harus siap dicadangkan. Artinya, semua harus menunjukkan semangat permainan tinggi.

"Tetap semangst fighting spiritnya tetap ada meski kita kalah start di awal. Masing-masing tim masih punya kesempatan. Saya di awal target dari manajemen untuk persiapan saja saat liga dimulai. Ini kita harapkan fighting spirit pemain tercipta," tutur dia.

Selain itu, yang menjadi sorotan Widodo adalah marking anak asuhnya terhadap lawan. Seakan membiarkan lawan bermain di areal pertahanan mereka.

"Bukan golnya, tapi sumbernya yang harus diperbaiki. Kenapa mereka bisa crossing dan kenapa mereka bisa leluasa heading. Pemain harus marking. Ini jadi evaluasi kita. Kerja sama tim sudah cukup bagus. Finshing harus diasah lagi. Kesempatan atau peluang harus terus ditambah agar kans membuat gol semakin besar ketika peluang semakin banyak," ujar Widodo.

Penggawa Persita Tangerang, Saiful Anwar menjelaskan, sesungguhnya ia dan rekan-rekannya menguasai jalannya laga. Ada juga beberapa peluang yang berhasil tercipta. "Namun kami kurang fokus dan kurang tenang. Kita harus fokus dan mengasah kembali sentuhan akhir. Kita harus lebih baik lagi ke depan," ujar Saiful.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: