Piala Menpora: 3 PR Besar Arema, Harus Dibenahi Biar Tak Jadi Bulan-bulanan Barito Putera

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta Arema mengawali Piala Menpora 2021 dengan hasil kurang maksimal setelah ditahan 1-1 Persikabo 1973 dalam partai pembuka Grup A di Stadion Manahan, Solo 21 Maret lalu.

Satu poin yang didapat Arema itu juga berkat gol berbau keberuntungan dari Dendi Santoso pada menit ke-82. Artinya, tim berjuluk Singo Edan itu masih punya banyak pekerjaan rumah jelang pertandingan kedua lawan Barito Putera, Kamis (25/3/2021).

Pelatih sementara Arema, Kuncoro, tidak tinggal diam melihat permainan timnya pada laga pertama. Jika tidak berkembang, justru Arema bisa jadi bulan-bulanan Barito Putera.

“Pasti sudah ada beberapa poin yang harus diperbaiki. Kami masih optimistis tim ini lebih baik,” jelasnya, Rabu (24/33/2021).

Dari penampilan Arema pada laga pertama Piala Menpora 2021, ada 4 hal yang harus dibenahi Kuncoro. Berikut ulasannya.

1. Terlalu Andalkan Individu Pemain

Para pemain Arema FC merayakan gol penyeimbang 1-1 ke gawang Persikabo 1973 yang dicetak striker Dendi Santoso (tengah) dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Arema FC bermain Imbang 1-1 dengan Persikabo 1973. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Para pemain Arema FC merayakan gol penyeimbang 1-1 ke gawang Persikabo 1973 yang dicetak striker Dendi Santoso (tengah) dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Arema FC bermain Imbang 1-1 dengan Persikabo 1973. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kerja sama tim seperti hilang dalam laga pertama yang dijalani Arema. Mereka seperti belum mengerti keinginan satu sama lain. Alhasil, mereka banyak kehilangan bola akibat salah umpan dan sebagainya.

Ini patut jadi tanda tanya, padahal Arema tak banyak melakukan perubahan komposisi pemain.

Kuncoro memprediksi situasi itu disebabkan minimnya persiapan. Selain itu, Ahmad Alfarizi dkk baru berlatih komplet sepekan jelang Piala Menpora bergulir.

Sebelum itu lima pemain dipanggil Timnas Indonesia. Adapun playmaker Bruno Smith terlambat datang dan lebih dulu menjalani karantina di Jakarta. Ada pemain baru sepeti M. Roby dan Ikhwan Ciptadi yang bergabung di saat-saat terakhir.

“Bisa dibilang persiapannya singkat. Tapi ini bukan jadi alasan sebenarnya. Banyak klub juga mengalaminya. Jadi wajar, jika laga pertama sulit bisa langsung maksimal,” tegasnya.

Sebenarnya Arema selama persiapan Arema mengandalkan kerja sama tim, karena tidak ada pemain dengan tipikal kuat memainkan bola. Jadi Kuncoro meminta pemain tidak terlalu lama memainkan bola secara individu.

2. Striker Sering Buang Peluang

Striker Arema FC, Dedik Setiawan (kanan) menguasai bola dibayangi bek Persikabo 1973, Andy Setyo Nugroho dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Arema FC bermain Imbang 1-1 dengan Persikabo 1973. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Striker Arema FC, Dedik Setiawan (kanan) menguasai bola dibayangi bek Persikabo 1973, Andy Setyo Nugroho dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Arema FC bermain Imbang 1-1 dengan Persikabo 1973. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Gol pertama Arema di Piala Menpora 2021 berbau keberuntungan. Sapuan bola pemain Persikabo 1973 mengenai kepala Dendi Santoso dan masuk ke gawang. Tapi bukan berarti Arema tak bisa menciptakan peluang. Duet Kushedya Hari Yudo dan Dedik Setiawan punya sederet peluang emas. Sayang tak satu pun berbuah gol.

“Sepak bola selalu ada unsur keberuntungan. Kami dapat banyak peluang di pertandingan pertama. Bahkan ada yang sudah berhadapan langsung dengan kiper. Justru yang tidak sengaja jadi gol. Tapi berikutnya saya harap peluang yang didapat bisa diubah menjadi gol,” jelas Kuncoro.

Khusus lini depan, ini kali pertama Dedik dan Yudo berduet di laga resmi. Keduanya sebenarnya punya karakter main yang sama. Sering bergerak liar, cepat dan tajam di depan gawang.

Biasanya, duet seperti ini jarang berhasil, karena pergerakan mereka terlalu liar dan terlihat egois. Beda cerita jika ada M. Rafli yang tipenya targetman. Dia bisa lebih banyak berada di sekitar kotak penalti untuk melengkapi Yudo atau Dedik.

3. Lini Belakang Rapuh

Bek Persikabo 1973, Andy Setyo (tengah) duel udara dengan pemain Arema FC, Caio Ruan (kanan atas) pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Bek Persikabo 1973, Andy Setyo (tengah) duel udara dengan pemain Arema FC, Caio Ruan (kanan atas) pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tanda-tanda Arema khawatir dengan lini belakangnya sudah terlihat dari komposisi pemain yang dibawa. Ada enam stopper yang dibawa ke Solo, yaitu Caio Ruan, Bagas Adi, Ikhwan Ciptadi, M. Roby, Ikhfanul Alam dan Aji Saka.

Tetapi, sistem pertahanan di lapangan belum rapi. Beberapa serangan balik Persikabo 1973 bisa dengan mudah menembusnya.

Di laga pertama M. Roby diduetkan dengan Bagas Adi. Mereka berkolaborasi dengan dua bek sayap Ahmad Alfarizi dan Rizky Dwi Febrianto. Kemungkinan besar komposisi itu akan diubah pada laga kedua.

Ada kemungkinan bek Brasil, Caio Ruan, main sejak menit awal. Selain itu ada bek sayap muda, Sandy Ferizal yang tampil bagus sebagai pengganti di babak pertama.

4. Stamina Kedodoran

Gelandang Persikabo 1973, Ahmad Nufiandani melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Arema FC dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Persikabo 1973 bermain imbang 1-1 dengan Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Gelandang Persikabo 1973, Ahmad Nufiandani melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Arema FC dalam laga pembuka Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Persikabo 1973 bermain imbang 1-1 dengan Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kuncoro mengakui stamina anak buahnya masih belum ideal. Arema kedodoran meladeni Persikabo yang sudah latihan lebih lama. Jika melihat permainan Barito Putera, tim ini juga bertenaga. Arema harus membuat pemain punya tenaga ekstra akhir pekan ini.

“Kalau stamina, butuh proses untuk memperbaikinya. Tapi pertandingan pertama kemarin juga jadi latihan fisik. Jadi pertandingan selanjutnya akan lebih baik,” kata Kuncoro.

Menurut Kuncoro, fisik menjadi modal utama tim untuk bisa menampilkan permainan yang apik. Sebenarnya, Arema berencana menggembleng fisik pemain di pantai sebelum Piala Menpora 2021 digelar.

Tapi waktu itu pemain masih belum lengkap. Hasilnya tidak maksimal jika dipaksakan menggelar latihan di pantai. Sayang, fisik pemain Arema justru kedodoran ketika program itu tak berjalan.

Padahal Singo Edan sempat aktif latihan di pertengahan tahun 2020 silam. Namun itu tidak ada hasilnya karena pemain kembali diliburkan hampir empat bulan dan latihan lagi di pengujung Februari.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini