Piala Menpora: Bertabur Bintang tapi Belum Garang, Bhayangkara Solo FC Evaluasi Total

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Tim bertabung bintang Bhayangkara Solo FC melewati ujian pertama di Grup B Piala Menpora 2021 yang ditayangkan Indosiar. Tim besutan Paul Munster ini menekuk Borneo FC dengan skor tipis 1-0 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (22/3/2021).

Kemenangan ini melegakan tim berjulukan The Guardian karena laga pertama dianggap tidak mudah. Faktor vakumnya sepak bola Indonesia dalam setahun terakhir jadi penyebabnya.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Tapi pemain sudah memberikan kesan yang bagus di pertandingan pertama," kata pelatih asal Irlandia Utara ini.

Untuk laga selanjutnya, Bhayangkara Solo FC optimistis bisa lebih garang. Mereka masih punya banyak opsi untuk melakukan rotasi. Karena di pertandingan pertama mereka masih menyimpan banyak nama berpengalaman, yakni Adam Alis, Osas Saha, Putu Gede dan lainnya.

Munster punya cukup waktu mempersiapkan timnya untuk laga kedua kontra PSM Makassar (27/3/2021). Dia punya lima hari menentukan komposisi tim terbaik.

Tim juara Liga 1 2017 ini punya cara sendiri untuk membuat tim lebih garang. Meski punya materi pemain melimpah, Munster tak bingung menentukan starting eleven. Dia ingin anak buahnya bersaing menampilkan performa terbaik dalam latihan maupun pertandingan.

“Sudah pernah saya sampaikan. Kami tidak melihat nama besar. Siapa yang bagus dalam latihan dan pertandingan, mereka yang dapat kesempatan,” kata pelatih yang menangani Bhayangkara Solo FC sejak 2019 itu.

Ingin Jalankan Fungsi Utama Striker

Pada menit ke-30, Andik Vermansah (kiri) kembali mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti setelah berhasil menerima umpan dari Evan Dimas. (Bola.com/Arief Bagus)
Pada menit ke-30, Andik Vermansah (kiri) kembali mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti setelah berhasil menerima umpan dari Evan Dimas. (Bola.com/Arief Bagus)

Saat mengalahkan Borneo FC di laga pertama Grup B, ada satu pekerjaan rumah yang dimiliki Bhayangkara Solo FC, yakni lini depan. Mereka menurunkan duet Andik Vermansah dan Renan Silva.

Padahal, mereka lebih sering bermain sebagai sayap atau playmaker. Namun dua pemain itu tak bisa menuntaskan pertandingan karena cedera.

Babak kedua, Titan Fawwazi dan Dendi Sulistyawan dimasukkan. Tapi tak ada gol yang bisa dicetak empat striker itu. Justru Alsan Sanda yang main di bek sayap jadi pencetak gol semata wayang.

“Mereka dapat peluang mencetak gol di pertandingan pertama. Kalau ada striker yang mencetak gol, kesempatan main di laga selanjutnya akan terbuka. Karena tugas striker memang cetak gol,” jelasnya.

Itu jadi tantangan Munster untuk barisan strikernya. Osas Saha dkk. bakal berburu gol untuk dapat kesempatan main lebih banyak dari pelatih.

Saksikan video pilihan berikut ini: