Piala Menpora: Ditahan Tim Kejutan, Bhayangkara Solo FC Anggap Bukan Hasil Buruk

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Hasrat Bhayangkara Solo FC untuk memastikan tiket perempat final Piala Menpora 2021 lebih awal harus tertunda. Mereka ditahan tim kejutan PSM Makassar 1-1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (27/3/2021).

The Guardian, julukan Bhayangkara unggul lebih dulu lewat Arthur Bonai di menit 8. Namun pemain sayap PSM, Yakob Sayuri menggagalkan kemenangan tersebut. Menit 49, pemain lincah itu membuat kedudukan imbang 1-1.

Pelatih Bhayangkara Solo FC, Paul Munster melihat jika permainan timnya sudah lebih baik di laga ini. Namun sayang, mereka kecolongan karena memberikan kebebasan di awal babak kedua kepada pemain PSM untuk berkembang.

“Sebenarnya imbang bukan hasil yang jelek. PSM tim yang kuat. Mereka mengalahkan Persija Jakarta 2-0 di pertandingan sebelumnya bukan karena kebetulan,” kata pelatih asal Irlandia Utara ini.

Tapi dia melakukan evaluasi kesalahan anak buahnya di babak kedua. Ada dua poin yang dicatat Munster. Pertama, pemainnya tidak ada yang berhasil menghentikan akselerasi Hasim Kipuw yang jadi awal mula gol PSM.

Kipuw melewati empat pemain lalu memberikan bola kepada Aji Kurniawan. Umpan tarik Aji berhasil disambut Yakob yang berdiri tanpa pengawalan.

“Ini sebuah kesalahan sendiri saat ada pemain PSM melewati 4 pemain kami. Ini bukan kesalahan individu pemain. Tapi pekerjaan untuk satu tim,” lanjut pelatih yang gabung Bhayangkara Solo FC pada 2019 itu.

Banyak Peluang

Pemain Bhayangkara Solo FC, Andik Vermansah (kiri) dijaga pemain PSM Makassar Erwin Gutawa, dalam pertandingan matchday ke-2 Babak Penyisihan Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sabtu (27/3/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Pemain Bhayangkara Solo FC, Andik Vermansah (kiri) dijaga pemain PSM Makassar Erwin Gutawa, dalam pertandingan matchday ke-2 Babak Penyisihan Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sabtu (27/3/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Poin kedua, banyak peluang yang tak bisa diselesaikan. Babak kedua Andik Vermansah, Dendy Sulistyawan dan pemain lain sempat punya kesempatan mencetak gol. Sayang peluang-peluang itu masih digagalkan kiper PSM, Hilman Syah.

Munster melihat jika terlalu banyak membuang peluang, itu bisa berakibat buruk bagi timnya. Bisa jadi muncul rasa frustasi dari pemainnya karena kesulitan mencetak gol.

“Kami main lebih banyak punya peluang tadi. Tapi ini yang terjadi. Ketika tidak ada peluang yang bisa diselesaikan menjadi gol, itu tidak bagus bagi tim,” sambungnya.

Namun Bhayangkara Solo FC, masih optimistis bisa melaju ke perempat final. Pada laga terakhir lawan Borneo FC (31/3/2021) mereka ingin menutupnya dengan kemenangan. Itu membuat kepercayaan diri tim yang bermarkas di Solo ini meningkat.

Saksikan video pilihan berikut ini: