Piala Menpora: Kalahkan Barito Putera, Lini Belakang Persija Berubah karena Gempa di Malang

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Persija Jakarta berhasil melangkah ke semifinal Piala Menpora 2021. Tim berjulukan Macan Kemayoran ini menang 1-0 atas Barito Putera lewat gol Marko Simic dalam laga perempat final yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (10/4/2021) malam.

Namun, ada hal unik dari komposisi pemain Persija Jakarta dalam laga tersebut. Mereka turun dengan dua stoper dadakan, yaitu Tony Sucipto dan Rohit Chand. Padahal keduanya biasa dimainkan sebagai gelandang bertahan.

Pelatih Persija, Sudirman, menjelaskan bahwa perubahan komposisi lini pertahanan itu terjadi jelang pertandingan. Ia awalnya menyiapkan Maman Abdurrahman tampil sebagai starter. Tapi, nasib apes menimpa Maman.

"Ada kejadian gempa yang membuat kami mengubah komposisi pemain belakang. Maman mengalami cedera engkel saat lari keluar dari hotel," jelas Sudirman.

Sementara itu, bek asing Yann Motta kondisinya belum fit. Bek asal Brasil itu masih kelelahan setelah menjalani pertandingan di fase grup. Rohit Chand sejak beberapa hari terakhir juga sudah dipersiapkan menjadi penggantinya.

"Kalau Yann memang kondisinya belum fit. Sedangkan untuk Maman, kami pilih Tony Sucipto untuk meredam kecepatan lini depan Barito Putera," lanjut pelatih Persija Jakarta itu.

Kuatnya Pertahanan Persija

Pelatih Persija Jakarta, Sudirman, saat melawan Barito Putra pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persija Jakarta, Sudirman, saat melawan Barito Putra pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sebenarnya Barito Putera bukan tanpa peluang di laga ini. Beberapa serangan berhasil dibangun. Namun, duet dadakan di lini pertahanan Persija Jakarta ini cukup tangguh.

Tony beberapa kali melakukan intersep. Meski posturnya kurang ideal untuk posisi stoper, tapi ketenangannya bisa menutup kekurangan itu. Tony sendiri juga tidak asing dengan peran itu. Ketika di Persib, dia juga pernah dijajal sebagai stoper.

Sementara Rohit juga bermain apik. Dia sudah punya modal jadi stoper karena posturnya yang jangkung. Peran bertahan juga biasa dilakukannya saat jadi gelandang. Buktinya, gawang Persija tidak kebobolan di laga ini.

Tapi, cleansheet ini bukan semata kinerja duet stoper dadakan tersebut. Sistem pertahanan Persija yang rapi dan kesigapan Andritany Adhiyasa di bawah mistar gawang juga membantu Macan Kemayoran terhindar dari kebobolan.

Video