Piala Menpora: Kesan Hendro Siswanto Main di Markas Arema Setelah Berbaju Borneo FC

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Borneo FC tergabung di Grup B Piala Menpora 2021. Mereka memainkan laga penyisihan itu di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Ini membuat beberapa nama di tim berjuluk Pesut Etam itu merasa pulang ke bekas kandang. Seperti diketahui, ada 5 orang di skuat Borneo FC yang musim lalu membela Arema.

Ada pelatih kepala Mario Gomez, pelatih fisik Marcos Gonzales dan tiga pemain, Hendro Siswanto, Nurdiansyah serta M. Atul Ikhsan.

Dari lima nama itu, Hendro yang punya banyak historis dengan Stadion Kanjuruhan. Dia membela Arema selama 9 musim. Dia sudah hafal betul seperti apa kondisi rumput dan rasanya main di stadion itu.

Tapi, saat ditanya terkait hal ini, gelandang 30 tahun itu memberikan jawaban lain. Hendro tidak merasa diuntungkan timnya main di Stadion Kanjuruhan. Karena pertandingan di atas lapangan tetap 11 lawan 11 pemain.

“Bagi saya tidak diuntungkan. Rasanya sama saja,” jawab Hendro.

Di pertandingan pertama Borneo FC melawan Bhayangkara FC, Hendro langsung mengisi starting eleven. Ada dua kemungkinan. Dia cepat melakukan penyesuaian dengan tim barunya atau laga ini justru jadi kesempatan untuk proses adaptasi.

Adaptasi Lancar

Gelandang Borneo FC, Hendro Siswanto. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Gelandang Borneo FC, Hendro Siswanto. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Yang pasti, Hendro mengaku jika adaptasinya di Borneo FC berjalan lancar. Dia sudah mengenal tim pelatih dan banyak pemain di sana.

“Adaptasi Alhamdulillah lancar adaptasinya dan profesional juga,” sambungnya.

Jika melihat suasana di tim Borneo FC, terlihat antar manajemen dengan pemain seperti tidak ada jarak. Tak jarang Presiden Borneo FC mengundang pemain untuk makan bersama. Artinya, sang bos memberikan perhatian besar untuk semua pemain.

Borneo FC berada di Malang kurang lebih 12 hari. Mereka menjalani laga penyisihan grup melawan Bhayangkara FC, Persija Jakarta dan PSM Makassar. Artinya, Hendro juga punya waktu lumayan lama di kota yang sudah jadi domisilinya.

Tapi selama gelaran Piala Menpora, dia tidak bisa leluasa keluar masuk hotel. Penyelenggara menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Hotelnya dekat dengan rumah di Malang. Tapi aturannya ketat, jadi tidak bisa pulang-pulang,” sambugnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: