Piala Presiden 2022, Kali Pertama Persebaya Gagal Lolos dari Fase Grup Turnamen Pramusim

Bola.com, Bandung - Pemain Persebaya Surabaya tertunduk lesu ketika wasit meniup peluit panjang di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin (20/6/2022) malam. Mereka dipaksa kalah 0-1 dari Bali United dalam laga terakhir Grup C Piala Presiden 2022.

Gol tunggal laga ini dicetak oleh Ramdani Lestaluhu pada menit ke-52. Gol itu bermakna banyak buat Persebaya Surabaya. Sudah pasti, Bajul Ijo menelan kekalahan dan gagal meraih poin. Tapi, ada catatan yang memiliki arti lain.

Kekalahan ini membuat Persebaya dipastikan mengakhiri Piala Presiden 2022 dengan status juru kunci Grup C. Ya, mereka ada di dasar klasemen karena hanya mengoleksi satu poin dari hasil satu seri dan dua kalah.

Mereka sempat berhasil menahan imbang 1-1 Bhayangkara di laga pertama (13/6/2022). Sayang, berikutnya Persebaya ditundukkan Persib Bandung dengan skor akhir 1-3 (17/6/2022).

Ini jadi kali pertama Persebaya Surabaya gagal lolos dari fase grup, atau gagal menembus fase gugur turnamen pramusim sejak 2017. Padahal, catatan gemilang dibukukannya sejak diakui kembali sebagai anggota PSSI pada tahun itu.

 

Biasanya Selalu Gemilang

Gelandang Persebaya, Sidik Saimima, bersama rekan-rekannya merayakan gelar juara usai mengalahkan PSMS pada laga final Liga 2 di Stadion GBLA, Bandung, Selasa (28/11/2017). PSMS kalah 2-3 dari Persebaya. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Gelandang Persebaya, Sidik Saimima, bersama rekan-rekannya merayakan gelar juara usai mengalahkan PSMS pada laga final Liga 2 di Stadion GBLA, Bandung, Selasa (28/11/2017). PSMS kalah 2-3 dari Persebaya. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Persebaya Surabaya memiliki catatan yang gemilang di turnamen pramusim sejak 2017. Bajul Ijo mengawalinya dengan menjuarai Piala Dirgantara 2017 saat berada di bawah arahan pelatih Iwan Setiawan.

Momen itu sangat dikenang. Sebab, itu jadi musim pertama Persebaya kembali ke kancah sepak bola nasional. Meski turnamen tersebut kurang bergengsi, Bonek menyambut dengan sukacita sebagai persiapan Liga 2 2017.

Kemudian, ada dua turnamen yang diikuti Persebaya pada 2018, yakni Piala Presiden dan Piala Gubernur Kaltim, saat ditangani Alfredo Vera. Piala Presiden 2018 diakhiri dengan mencapai perempat final, sedangkan Piala Gubernur 2018 sampai semifinal.

Piala Presiden 2019 sendiri jadi prestasi baru karena mampu menembus final di bawah asuhan Djadjang Nurdjaman. Sayang, mereka gagal juara karena kalah dari klub rival abadi, Arema FC, di partai puncak.

 

Angin Segar Aji Santoso

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)

Lalu, Aji Santoso masuk sejak akhir 2019 mulai memberi angin segar. Legenda hidup Persebaya Surabaya itu membawa pasukannya menjadi kampiun Piala Gubernur Jatim 2020 dengan menundukkan Persija Jakarta di partai final.

Momen ini kembali membangkitkan semangat para pemain Persebaya dan Bonek. Target mereka adalah menjuarai Liga 1 2020. Bahkan, musim itu Persebaya dihuni oleh para pemain bintang yang haus gelar.

Sebut saja Makan Konate yang sukses direkrut dan didapuk sebagai kapten tim. Ada striker David da Silva yang tajam di depan gawang lawan. Tak ketinggalan Hansamu Yama, Aryn Williams, hingga Irfan Jaya masih ada di posisi masing-masing.

Semua itu berubah karena Liga 1 2020 dihentikan akibat pandemi. Skuat bertabur bintang Persebaya berhamburan. Banyak pemain yang memilih hengkang memasuki 2021.

Pada Piala Menpora 2021, Persebaya mengandalkan banyak pemain muda produk kompetisi internal. Hasilnya pun cukup apik dengan lolos dari fase grup. Namun, mereka kemudian kalah dari Persib di perempat final.

 

Banyak Pemain Hengkang

Persebaya Surabaya - Hambali Tholib, Rachmat Irianto, Samsul Arif (Bola.com/Adreanus Titus)
Persebaya Surabaya - Hambali Tholib, Rachmat Irianto, Samsul Arif (Bola.com/Adreanus Titus)

Kini, hal yang sama terjadi terhadap Persebaya Surabaya memasuki musim 2022/2023. Banyak pemain bintang yang memilih hengkang. Bahkan mayoritas adalah andalan di Liga 1 2021/2022 yang finish di peringkat kelima.

Sebut saja Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, Arif Satria, Ady Setiawan, Reva Adi, Samsul Arif, Taisei Marukawa, Bruno Moreira, Alie Sesay, dan masih banyak lain.

Seperti tahun sebelumnya, pelatih Aji Santoso memilih mempromosikan sejumlah pemain belia. Beberapa pemain rekrutan dari klub lain juga terhitung muda masuk ke skuat Bajul Ijo.

Sayang, hasilnya di luar ekspektasi. Para pemain anyar Persebaya masih perlu waktu untuk beradaptasi. Pemain asing pun belum klop dengan tim.

Tapi, maklumi saja karena ini hanyalah turnamen pramusim sebagai ajang pemanasan sebelum Liga 1. Apa yang ditunjukkan oleh Persebaya tetap patut diapresiasi karena berani memberi jam terbang untuk pemain minim pengalaman.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel