Piala Presiden 2022: Sebelum ke Bandung, Persebaya Doa Bersama Bonek dan Anak Yatim

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya melakukan tradisi unik sebelum mentas di Piala Presiden 2022. Klub berjulukan Bajul Ijo itu tergabung di Grup C yang dimainkan Bandung dan akan berangkat pada Kamis (9/6/2022).

Para pemain, staf kepelatihan, hingga manajemen Persebaya memiliki melakukan doa bersama yang dilakukan sebelum latihan. Beberapa perwakilan Bonek juga hadir untuk memberi pesan dengan semangat kepada para penggawa Bajul Ijo.

“Sebelum ke Bandung, kita berdoa bersama, yang penting perjalanan selamat. Supaya di Bandung nanti, kita bisa lolos ke babak berikutnya,” kata Aji Santoso, pelatih kepala Persebaya Surabaya, kepada para pemainnya.

Harapan Bonek

Bonek Mania memenuhi Stadion GBT, Surabaya, Minggu (28/1/2018), pada laga Persebaya vs Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)
Bonek Mania memenuhi Stadion GBT, Surabaya, Minggu (28/1/2018), pada laga Persebaya vs Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Dirijen Green Nord alias Bonek tribune utara, Capo Ipul, juga hadir bersama rekan-rekannya. Dia memberi pesan kepada Alwi Slamat dkk. untuk mau berjuang keras selama turnamen pramusim ini.

“Pesan kami, bermainlah dengan hati karena perjuangan mengembalikan Persebaya, bertaruh dengan nyawa dan darah. Tentu kita masih ingat bagaimana Persebaya dipaksa mati oleh federasi dan teman-teman berkorban untuk mengembalikan Persebaya ini,” pesan Capo Ipul.

Tak hanya itu, beberapa anak-anak yatim yang berasal dari Panti Asuhan Bonek juga hadir dalam acara doa bersama ini. Mereka semua memanjatkan harapan untuk hasil terbaik Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2022.

Simbolis

Muhammad Alwi Slamat. Bek kiri berusia 23 tahun yang kini memasuki musim ke-3 bersama Persebaya Surabaya ini juga dapat diandlakn menjadi pemian penghubung. Dari total 23 laga di BRI Liga 1, ia mampu melepaskan 973 kali umpan sukses serta 1 gol dan 2 assist. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Muhammad Alwi Slamat. Bek kiri berusia 23 tahun yang kini memasuki musim ke-3 bersama Persebaya Surabaya ini juga dapat diandlakn menjadi pemian penghubung. Dari total 23 laga di BRI Liga 1, ia mampu melepaskan 973 kali umpan sukses serta 1 gol dan 2 assist. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Tidak lupa, kapten Persebaya, Alwi Slamat, secara simbolis menyerahkan donasi bantuan untuk Panti Asuhan Bonek yang selama ini lekat dengan Persebaya.

Panti Asuhan Bonek sendiri merupakan sebuah lembaga yang menampung anak yatim-piatu yang berada di Sidoarjo sejak 2018. Lembaga ini didirikan di bawah yayasan Bonek Sobo Panti sebagai aksi sosial Bonek untuk membantu anak-anak yang membutuhkan.

Apa yang dilakukan oleh Persebaya ini sudah menjadi tradisi setiap kali mereka akan berangkat meninggalkan Surabaya atau mengikuti turnamen dan kompetisi. Kegiatannya biasanya tidak hanya donasi atau buka bersama.

Doa

Manajemen, pelatih, dan pemain Persebaya Surabaya mengunjungi makam salah satu pendiri klub M. Pamoedji. (Dok Persebaya)
Manajemen, pelatih, dan pemain Persebaya Surabaya mengunjungi makam salah satu pendiri klub M. Pamoedji. (Dok Persebaya)

Aji Santoso pernah mengunjungi makam M. Pamoedji, pendiri Persebaya, sebelum tampil di Liga 1 2020. Dia mengirim doa kepada sang pendiri klub asal Kota Pahlawan itu sebagai wujud mengingat kepada sejarah lahirnya klub yang sekarang mereka bela itu.

Selain itu, Aji Santoso dan rombongannya juga sempat menyambangi makam legenda Persebaya, yaitu Rusdy Bahalwan. Sosok satu ini tercatat pernah pernah mempersembahkan gelar juara untuk Bajul Ijo semasa menjadi pemain maupun pelatih.

Semasa masih bermain, Rusdy menjadi andalan saat mempersembahkan gelar Perserikatan 1976 untuk Persebaya. Lalu, dia juga menjadi mentor Aji Santoso dengan menangani Persebaya dan merengkuh titel Liga Indonesia 1996-1997.

Jejak Musim Lalu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel