Picu Diabetes Hingga Penyakit Autoimun, Hindari Jenis Susu Ini

Donny Adhiyasa, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVASusu menjadi salah satu sumber gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Bukan saja membuat gizi terpenuhi, namun juga membangun daya tahan tubuh lebih baik sehingga mencegah risiko penularan penyakit.

Tetapi, tak sembarangan, hal itu bisa dicapai dengan jenis susu tertentu. Salah satunya, jenis susu sapi A2 yang jarang dipahami oleh masyarakat luas akan manfaat baiknya yang tersembunyi.

Dipaparkan Profesor Keith Woodford, Profesor Kehormatan Sistem Agri-Food dari Lincoln University, Selandia Baru, manfaat besar susu sapi A2 atau dalam bahasa ilmiah disebut beta-kasein A2 yaitu sifatnya yang mudah dicerna karena terdiri dari seratus persen beta-kasein A2. Serta turut mengurangi risiko penyakit serius dan lebih baik untuk meningkatkan imunitas tubuh.

"Susu sapi A2 yang hanya memiliki kandungan beta-kasein A2 sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh manusia," ujar Prof Keith, dikutip dari keterangan pers, Senin 1 Maret 2021.

Lebih lanjut, saat tubuh mengkonsumsi susu sapi A2 dan mencerna beta-kasein A2 tidak akan terbentuk senyawa BCM-7 sehingga tidak akan menimbulkan efek pada kesehatan manusia, seperti rasa tidak nyaman pada perut ataupun resiko penyakit serius lainnya. BCM-7 ini merupakan zat yang dilepaskan oleh susu sapi jenis A1, di mana susu tersebut telah melalui mutasi genetik.

"BCM-7 inilah yang menyebabkan timbulnya masalah kesehatan pada tubuh, diantaranya masalah pencernaan. Banyak orang yang beranggapan ini adalah reaksi intoleransi laktosa, padahal itu adalah intoleransi terhadap beta-kasein A1. Serta masalah lain seperti penyakit jantung, diabetes tipe 1, dan autoimun," bebernya.

Dijelaskan Prof Keith, Awalnya, semua sapi merupakan ‘tipe A2’. Istilah ‘A2’ mengacu pada karakteristik beta-kasein dalam susu. Beta-kasein ialah jenis protein yang penting yang terdapat dalam semua susu mamalia. Adanya mutasi genetika sapi membuat munculnya sapi A1 yang menghasilkan susu sapi yang mengandung beta-kasein A1 dan susu sapi A2 yang mengandung beta-kasein A2.

Organ yang dapat terpengaruh termasuk jantung, paru-paru, pankreas, ginjal, dan otak. Oleh karena itu, BCM-7 merupakan salah satu faktor pemicu risiko penyakit jantung, diabetes tipe 1, berbagai kondisi pernapasan hingga berpengaruh pada kesehatan psikologis dan mental.

Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh genetika individu masing-masing. BCM-7 menyebabkan inflamasi (peradangan), baik di saluran pencernaan maupun di organ dalam. Ini juga mengarah pada kondisi autoimun dimana tubuh menyerang dirinya sendiri. Diabetes tipe 1 dan penyakit jantung merupakan dua contoh penyakit autoimun.

Kerentanan terhadap penyakit autoimun tertentu dapat dipengaruhi pula oleh faktor genetik, tetapi semakin terbukti bahwa beta-kasein A1 merupakan pemicu penting. Selain itu, BCM-7 juga dapat menyebabkan peradangan di dalam sistem pencernaan manusia.

Senyawa ini juga memperlambat jalannya makanan, sehingga meningkatkan kemungkinan fermentasi laktosa (gula susu) yang menyebabkan kembung, sakit perut, mual dan rasa tidak nyaman pada perut atau biasa dikenal dengan intoleransi laktosa.

"Solusi untuk mengurangi resiko terhadap permasalahan kesehatan ini adalah dengan mengurangi konsumsi susu sapi biasa (A1) 100% dan beralih ke susu sapi A2. Cara mengenali produk susu sapi A2 adalah dengan memperhatikan kemasan dimana biasanya produsen akan mencantumkan keterangan dibuat dari susu sapi A2," paparnya.