Picu Patah Tulang, Cukupi 3 Nutrisi Penting Pencegah Osteoporosis

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berdasarkan data International Osteoporosis Foundation, 1 dari 3 wanita usia di atas 50 tahun dan 1 dari 5 pria di atas 50 tahun berisiko mengalami patah tulang akibat Osteoporosis. Bahkan setiap 3 detik terjadi patah tulang akibat penyakit ini.

Hal ini tentu perlu mendapatkan perhatian penuh dan kontribusi dari berbagai pihak untuk menjadikan masyarakat Indonesia bebas dari penyakit Osteoporosis. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar PEROSI, DR. dr. Fiastuti Witjaksono, dalam acara virtual bertajuk Love Your Bones, Protect Your Future, Selasa 20 Oktober 2020.

Di kesempatan yang sama, Seksi Hubungan Luar Negeri PB. PEROSI, DR. dr. Rudy Hidayat, SpPD-KR, FINASIM menjelaskan bahwa osteoporosis terjadi saat penurunan kepadatan tulang di tubuh. Kondisi itu memicu tulang rentan patah.

Baca juga: Lima Zodiak Ini Paling Cocok Diajak ke Pelaminan

"Tulang yang paling sering patah akibat osteoporosis adalah tulang belakang. Orangtua mulai pemendekan dan mulai bungkuk ini adalah gejala osteoporosis. Tulang panggul rentan patah karena jatuh. Yang terakhir adalah pergelangan tangan akibat jatuh dan menahan badan," tutur dokter Rudy.

Sayangnya, penurunan kepadatan tulang sangat sulit dideteksi secara kasat mata lantaran tak timbul gejala. Ia menyarankan dengan melakukan tes BMD (Bone Mineral Densitometri) di fasilitas kesehatan terdekat. Tentu, tindakan pencegahan juga bisa dilakukan sejak dini.

"Pencegahan harus dilakukan sebelum patah ketimbang melakukan pengobatan setelah patah. Karena biayanya lebih mahal dan memiliki risiko kesakitan yang parah juga," kata dia.

Dokter Fiastuti setuju dan menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak bayi melalui tiga asupan penting yakni kalsium, protein, dan vitamin D. Ketiganya berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot.

Semua bisa didapati dari makanan dan minuman sehari-hari seperti daging ayam dan telur untuk protein tinggi, atau tahu dan segelas susu yang merupakan sumber kalsium dan vitamin D.

"Vitamin D bisa didapat dari salmon, tapi paling utama dari sinar matahari dengan berjemur, untuk menyerap kalsium dengan maksimal. Aktivitas fisik juga perlu, yang mana berat badan menahan beban tulang sehingga ada benturan yang membuat kalsium juga terserap dengan baik," tutur dokter Fiastuti.